§ Iranica · ~XV abad SM — sekarang
Ahriman
Angra Mainyu — "Roh Yang Merusak", lawan kembar Spenta Mainyu / Ahura Mazda
"𐬀𐬢𐬭𐬀 𐬨𐬀𐬌𐬥𐬌𐬌𐬎" — Avesta: aŋra mainiiu. Yasna 30.3 (salah satu Gatha tertua, ~1000 SM): "Dua roh primer yang muncul sebagai kembar, yang lebih baik dan yang lebih buruk, dalam pikiran maupun dalam perkataan."
- Etimologi
- Avesta aŋra mainiiu (𐬀𐬢𐬭𐬀 𐬨𐬀𐬌𐬥𐬌𐬌𐬎) = "roh perusak/jahat". Bentuk Persia Tengah (Pahlavi): Ahriman. Etimologis sebanding (tapi berlawanan dalam nilai) dengan Sanskerta aṅhas "kesulitan" — pasangan refleks Indo-Iran yang menjelaskan mengapa asura Veda (positif) menjadi ahura Avesta (positif) sementara deva Veda (positif) menjadi daeva Avesta (negatif) — inversi religi besar.
- Wujud
- Tidak berwujud asli — ia adalah roh murni dari kejahatan. Dalam Bundahishn (kosmogoni Pahlavi abad IX M) ia digambarkan sebagai kebodohan, kegelapan, dan kebohongan yang berdiam di jurang utara. Manifestasi paling sering: ular besar, lalat (Nasu), atau kadal. Tidak pernah memiliki tubuh fisik permanen.
- Domain
- Druj (kebohongan/kekacauan), kegelapan, kematian, penyakit. Ia menciptakan tandingan dari setiap ciptaan Ahura Mazda: di mana ada terang, ia membuat gelap; di mana ada hidup, ia membuat sakit; di mana ada kebenaran, ia membuat dusta. Ia memimpin pasukan Daeva (lihat di bawah) dan tak-terhitung druj — entitas-jahat yang lebih kecil.
- Nasib akhir
- Berbeda dari Setan Abrahamic — Ahriman akan dikalahkan total pada Frashokereti (akhir zaman, "pembuatan-baru"). Bukan dihukum kekal, tapi dimusnahkan secara final. Setelah itu seluruh ciptaan dikembalikan ke kemurnian asli. Pandangan ini disebut monoteisme dualistik temporal: dua kekuatan sekarang, satu kekuatan pada akhirnya.
Untuk memahami betapa pentingnya Ahriman dalam sejarah demonologi dunia, perhatikan: sebelum Zoroastrianisme, tidak ada satu pun agama di Timur Dekat yang memiliki "Setan" sebagai musuh utama dan personal dari Tuhan. Pazuzu dan Lamashtu di Mesopotamia adalah entitas-jahat lokal, bukan lawan kosmik dari Marduk atau Anu. Apep di Mesir adalah ular kekacauan, tetapi ia dikalahkan setiap pagi oleh Ra — bukan dipertaruhkan dalam pertempuran moral universal. Konsep Setan-sebagai-lawan-Tuhan — yang kemudian menjadi tulang punggung demonologi Yahudi, Kristen, dan Islam — baru muncul dengan Zarathustra. Ketika Israel berada dalam pembuangan Babilonia (587–539 SM), mereka bersentuhan langsung dengan Kekaisaran Achaemenid Persia (yang melepaskan mereka, di bawah Koresh Agung 539 SM, untuk kembali ke Yerusalem). Konsep-konsep apokaliptik yang masuk ke Yudaisme pasca-pembuangan — Satan sebagai musuh aktif, malaikat-malaikat versus iblis-iblis, akhir zaman, kebangkitan tubuh, pengadilan terakhir — secara akademis dianggap sebagai pengaruh Iranik oleh sebagian besar sarjana (Boyce, Skjærvø, Cohn). Setan yang Anda kenal — pada dasarnya — adalah cicit dari Ahriman.