Reditum

Pars Sexta Decima · Liber XVI · Iranica

Persica

Avesta · Gathas · Bundahishn · Vendidad

Lembar yang sering terlewatkan — padahal akar dari sebagian besar demonologi Abrahamic dapat ditelusuri ke sini. Zoroastrianisme (didirikan Zarathustra/Zoroaster di Iran timur antara 1500–1000 SM) adalah agama monoteistik-dualistik tertua yang masih hidup. Ia memberi Yudaisme — dan melalui itu, Kristen dan Islam — perangkat-konsep yang sebelumnya tidak ada: Setan sebagai lawan Tuhan, surga vs. neraka, kebangkitan jasad, penghakiman akhir, dan tatanan kosmik yang dipertaruhkan dalam pertempuran moral. Dunia bukanlah panggung netral — dunia adalah medan perang antara Asha (kebenaran/keteraturan) dan Druj (kebohongan/kekacauan). Setiap manusia memilih sisi.

IIPrinsip kosmik
VIIDaeva utama
XXXVAbad tradisi
Descende
Faravahar — relief Achaemenid di Persepolis, simbol-utama Zoroastrianisme yang Ahriman lawan
Faravahar Persepolis — simbol Ahura Mazda yang Ahriman pertentangkan

§ Iranica · ~XV abad SM — sekarang

Ahriman

Angra Mainyu — "Roh Yang Merusak", lawan kembar Spenta Mainyu / Ahura Mazda

"𐬀𐬢𐬭𐬀 𐬨𐬀𐬌𐬥𐬌𐬌𐬎" — Avesta: aŋra mainiiu. Yasna 30.3 (salah satu Gatha tertua, ~1000 SM): "Dua roh primer yang muncul sebagai kembar, yang lebih baik dan yang lebih buruk, dalam pikiran maupun dalam perkataan."
Etimologi
Avesta aŋra mainiiu (𐬀𐬢𐬭𐬀 𐬨𐬀𐬌𐬥𐬌𐬌𐬎) = "roh perusak/jahat". Bentuk Persia Tengah (Pahlavi): Ahriman. Etimologis sebanding (tapi berlawanan dalam nilai) dengan Sanskerta aṅhas "kesulitan" — pasangan refleks Indo-Iran yang menjelaskan mengapa asura Veda (positif) menjadi ahura Avesta (positif) sementara deva Veda (positif) menjadi daeva Avesta (negatif) — inversi religi besar.
Wujud
Tidak berwujud asli — ia adalah roh murni dari kejahatan. Dalam Bundahishn (kosmogoni Pahlavi abad IX M) ia digambarkan sebagai kebodohan, kegelapan, dan kebohongan yang berdiam di jurang utara. Manifestasi paling sering: ular besar, lalat (Nasu), atau kadal. Tidak pernah memiliki tubuh fisik permanen.
Domain
Druj (kebohongan/kekacauan), kegelapan, kematian, penyakit. Ia menciptakan tandingan dari setiap ciptaan Ahura Mazda: di mana ada terang, ia membuat gelap; di mana ada hidup, ia membuat sakit; di mana ada kebenaran, ia membuat dusta. Ia memimpin pasukan Daeva (lihat di bawah) dan tak-terhitung druj — entitas-jahat yang lebih kecil.
Nasib akhir
Berbeda dari Setan Abrahamic — Ahriman akan dikalahkan total pada Frashokereti (akhir zaman, "pembuatan-baru"). Bukan dihukum kekal, tapi dimusnahkan secara final. Setelah itu seluruh ciptaan dikembalikan ke kemurnian asli. Pandangan ini disebut monoteisme dualistik temporal: dua kekuatan sekarang, satu kekuatan pada akhirnya.

Untuk memahami betapa pentingnya Ahriman dalam sejarah demonologi dunia, perhatikan: sebelum Zoroastrianisme, tidak ada satu pun agama di Timur Dekat yang memiliki "Setan" sebagai musuh utama dan personal dari Tuhan. Pazuzu dan Lamashtu di Mesopotamia adalah entitas-jahat lokal, bukan lawan kosmik dari Marduk atau Anu. Apep di Mesir adalah ular kekacauan, tetapi ia dikalahkan setiap pagi oleh Ra — bukan dipertaruhkan dalam pertempuran moral universal. Konsep Setan-sebagai-lawan-Tuhan — yang kemudian menjadi tulang punggung demonologi Yahudi, Kristen, dan Islam — baru muncul dengan Zarathustra. Ketika Israel berada dalam pembuangan Babilonia (587–539 SM), mereka bersentuhan langsung dengan Kekaisaran Achaemenid Persia (yang melepaskan mereka, di bawah Koresh Agung 539 SM, untuk kembali ke Yerusalem). Konsep-konsep apokaliptik yang masuk ke Yudaisme pasca-pembuangan — Satan sebagai musuh aktif, malaikat-malaikat versus iblis-iblis, akhir zaman, kebangkitan tubuh, pengadilan terakhir — secara akademis dianggap sebagai pengaruh Iranik oleh sebagian besar sarjana (Boyce, Skjærvø, Cohn). Setan yang Anda kenal — pada dasarnya — adalah cicit dari Ahriman.

Tujuh Daeva Utama

Dalam kosmologi Zoroastrian, Ahura Mazda dilingkari oleh enam Amesha Spenta ("malaikat-agung yang murni") yang masing-masing mewujudkan satu sifat ilahi. Ahriman menciptakan tujuh Daeva sebagai cermin negatif: setiap Daeva adalah pembalik salah satu Amesha Spenta. Skema ini — tujuh roh-pemimpin yang berlawanan — kemudian dipinjam oleh tradisi-tradisi Abrahamic dalam bentuk Tujuh Pangeran Binsfeld (yang masing-masing memimpin satu dosa pokok). Inilah cetak-biru yang ditularkan dari Iran ke seluruh demonologi Barat berikutnya. Di Kaukasus, kata daeva turun langsung tanpa cermin-teologis menjadi Devs Armenia/Georgia — raksasa-folklor yang lebih dekat ke jötnar Norse daripada hierarki kosmik (lihat Liber XVII).

Daftar tujuh Daeva utama diambil dari Vendidad 10.9 dan Bundahishn 27.6. Beberapa rincian (terutama Saurva dan Taromaiti) dilengkapi dari Mary Boyce, A History of Zoroastrianism, vol I (1975) bab IV; dan Prods Oktor Skjærvø, The Spirit of Zoroastrianism (2011). Catatan: dalam berbagai resensi, daftar tujuh ini bervariasi — beberapa memasukkan Mithra-druj atau Akatasha alih-alih Saurva.

Druj — Sang Kebohongan

Jika Asha (kebenaran/keteraturan kosmik) adalah prinsip utama Ahura Mazda, maka Druj (𐬛𐬭𐬎𐬘 druj: "kebohongan, kekacauan, ketidakberesan") adalah prinsip utama Ahriman. Druj bukan sekadar "bohong dalam ucapan" — ia adalah kebohongan-yang-ontologis: segala sesuatu yang melanggar tatanan alam, mengkhianati sumpah, mengotori air-tanah-api, atau menghancurkan hidup. Etimologi: akar *dhrugh- Proto-Indo-Eropa juga menghasilkan Sanskerta druh "menipu, melukai" — kerabat dari Inggris betray via akar *dru-. Druj memiliki tiga manifestasi besar yang dipersonifikasikan menjadi entitas sendiri:

Apa yang Diwariskan ke Abrahamic

Jalur transmisi: Pembuangan Babilonia (587–539 SM)Pembebasan oleh Koresh Agung (Achaemenid Persia, 539 SM)Lima abad pengaruh Persia di Yudea (terutama di bawah dinasti Achaemenid dan Parthian) → Literatur intertestamental Yahudi (Henokh, Yobel, Tobit) → Perjanjian Baru & Qur'an. Konsep-konsep yang masuk:

Konsep Zoroastrian Bentuk asli (Avesta) Warisan ke Abrahamic
Lawan-kosmik dari Tuhan Angra Mainyu / Ahriman Satan sebagai musuh aktif (post-exilic), Iblīs, ha-Satan Talmud
Tujuh roh-pemimpin musuh Tujuh Daeva (cermin Amesha Spenta) Tujuh Pangeran Binsfeld; tujuh dosa pokok
Akhir zaman, pengadilan akhir Frashokereti — pembuatan-baru Apokaliptik Yahudi-Kristen-Islam (Yawm al-Qiyāmah, Eschaton)
Kebangkitan tubuh Tubuh dipulihkan oleh Saoshyant Resurrectio mortuorum — Yes 26, Dan 12, 1 Kor 15, Qur'an 75
Surga vs. Neraka sebagai tempat Vahishta Ahu (paradisus) vs. Drujo Demana (Rumah Druj) Gan Eden & Gehinnom; Paradeisos & Hades; Jannah & Jahannam
Iblis amarah personal Aēšma-daēva Asmodeus (Tobit, Talmud, Goetia ke-32)
Naga-berkepala-banyak akhir zaman Aži Dahāka, dibebaskan pada akhir zaman Naga merah Wahyu 12, Leviathan rabbinik akhir zaman
Iblis-perempuan-primordial Jahi (pengotor kosmik) Lilith Yahudi (sumber dari Mesopotamia + pengaruh Iranik)

Sumber transmisi: Mary Boyce & Frantz Grenet, A History of Zoroastrianism vol III (1991) bab IX–XI (pengaruh pada Yudaisme Bait Kedua); Norman Cohn, Cosmos, Chaos and the World to Come (1993) bab 5–7; Anders Hultgård, "Persian Apocalypticism" dalam Encyclopedia of Apocalypticism vol I (2000). Pandangan minoritas (Cohn 1995; Bremmer 2008) berpendapat pengaruh lebih kecil dari yang sering diklaim, namun konsensus mainstream mengakui setidaknya transmisi konsep-kerangka apokaliptik.