§ Pars II — Iaponia · 日本
Oni
鬼 — Iblis Tanduk Bertubuh-Merah/Biru, Penjaga Neraka Buddhis
"鬼に金棒" — "oni ni kanabō" — "memberikan tongkat besi kepada oni" (= memperkuat yang sudah kuat).
- Wujud
- Bertubuh besar, otot, kulit merah (Aka-oni) atau biru (Ao-oni). Dua tanduk di kepala. Taring memanjang. Tiga jari di tangan, tiga jari di kaki. Mengenakan cawat dari kulit harimau. Memegang kanabō (tongkat besi berduri). Beberapa variant memiliki satu mata atau banyak mata.
- Asal
- Berasal dari penggabungan iblis-iblis Cina (yaoguai & gui) yang masuk Jepang via Buddhisme abad ke-6 M, dengan tradisi shamanik lokal. Dalam Buddhisme Jepang awal, oni adalah penjaga Naraka (neraka Buddhis) — mereka menyiksa jiwa-jiwa yang berdosa.
- Domain
- Tinggal di gunung-gunung terpencil (terutama Gunung Ōe di Kyoto) dan di neraka. Membawa wabah, kelaparan, gempa bumi. Dalam beberapa cerita: menculik perempuan untuk istri. Mengejar bayi yang baru lahir kalau tidak dilindungi mantra.
- Setsubun
- Pada festival Setsubun (3 Februari), setiap rumah Jepang melempar kacang panggang sambil meneriakkan "Oni wa soto! Fuku wa uchi!" ("Oni keluar! Keberuntungan masuk!") — ritus pembersihan tahunan dari oni. Salah satu festival paling tua yang masih hidup di Jepang.
Oni adalah salah satu tokoh paling kompleks dalam demonologi Asia Timur karena perubahan moralnya sepanjang waktu. Pada periode Heian (794-1185), oni adalah iblis murni — penyiksa neraka, pemakan manusia, simbol kekuatan kacau yang harus dilawan. Tetapi dengan masuknya Buddhisme Mahayana yang lebih mendalam pada periode Kamakura (1185-1333), beberapa narasi mulai mengubah: Shutendōji, raja oni dari Gunung Ōe, dalam beberapa versi cerita digambarkan sebagai entitas yang tragis — dulunya pengikut Buddha yang jatuh karena pengkhianatan dewa-dewa Shinto. Periode Edo (1603-1868) bahkan menghasilkan oni-yang-baik: oni-pelindung kuil, oni-pengawal raja. Topeng oni di sebelah (Freer Gallery, periode Edo) menunjukkan keseimbangan ini: ekspresinya bukan murka murni, tetapi marah-yang-disiplin. Topeng ini digunakan dalam tsuina (oni yarai), ritus pengusiran oni — tetapi dengan ironi: untuk mengusir oni, Anda harus mengenakan oni. Pelajaran kosmik: yang mengusir kekacauan harus pertama-tama mengakui kekacauan dalam diri sendiri.