§ Euskal Herria · pra-historis
Sugaar
Sugoi — Ular Jantan, Suami-Petir Sang Dewi Mari
"Sugaar Mariren senarra da." — Tradisi lisan Bizkaia: "Sugaar adalah suami Mari." Direkam oleh José Miguel de Barandiarán dalam Mitología vasca (1960) dari informan-informan pegunungan Anboto.
- Etimologi
- Euskara suge "ular" + ar "jantan, maskulin" — harfiah "ular-jantan". Varian dialek: Sugoi, Maju, Maketso. Nama Euskara, bukan pinjaman — kata suge termasuk lexicon Basque yang paling-dasar dan tidak punya kerabat di bahasa Indo-Eropa manapun. Inilah ciri tradisi-isolat: kata-kata-untuk-hal-paling-dasar tidak bisa diterjemahkan langsung ke bahasa-lain.
- Wujud
- Ular besar yang terbang, kadang dengan tujuh kepala dalam beberapa versi (kerabat motif Aži Dahāka), kadang sebagai bola-api di langit malam — yang sebenarnya adalah meteor atau Lyrid yang dilihat oleh penggembala Basque kuno. Ketika terbang antara dua gua-pegunungan, ia membawa badai-petir: kilatan langit di Pyrenees secara tradisional dianggap sebagai perjalanan Sugaar dari gua Anboto ke gua Mendiko, atau sebaliknya.
- Pasangan: Mari
- Mari adalah dewi-utama kosmologi Basque (sayangnya bukan demon — lihat Pars II nanti). Mari tinggal di gua di puncak Anboto (1.331 m) di Bizkaia; setiap tujuh tahun ia berpindah ke gua lain. Sugaar mengunjunginya untuk mengandung-anak — dan setiap pertemuan menghasilkan badai-petir. Konfigurasi "ular-jantan-langit + dewi-gua-pegunungan" ini sangat mirip dengan pola Indo-Eropa (Indra-Vala, Þórr-Sif, Perkūnas-Žemyna) — tetapi terjadi secara independen dalam bahasa non-Indo-Eropa, suggesting bahwa motif ini lebih tua dari pemisahan rumpun bahasa, mungkin Mesolitik.
- Anak-anak
- Dari pertemuan Sugaar dan Mari lahir dua anak: Atarrabi (anak-baik) dan Mikelats (anak-jahat). Konfigurasi dewa-kembar baik-jahat ini paralel dengan Spenta Mainyu vs Angra Mainyu di Iran — tetapi sekali lagi terjadi independen.
Sugaar adalah salah satu entitas paling menarik dalam seluruh demonologi komparatif karena ia memaksa kita merevisi asumsi tentang dari mana motif-motif "naga langit yang dilawan / dipasangkan dengan dewi". Skema standar (Calvert Watkins, How to Kill a Dragon, 1995) menyatakan motif chaoskampf "pahlawan-petir-vs-naga" adalah temuan-bersama Indo-Eropa, ditelusuri dari Veda Indra-Vṛtra ke Yunani Zeus-Typhon ke Norse Þórr-Jörmungandr ke Iran Verethragna-Aži Dahāka. Tetapi Basque memiliki versinya sendiri — dalam bahasa pra-Indo-Eropa. Kemungkinan-kemungkinan: (a) Basque meminjam dari tetangga Celtic atau Latin di masa pra-historis (tetapi tidak ada bukti linguistik untuk pinjaman ini); (b) Motif chaoskampf jauh lebih tua dari Indo-Eropa, mungkin berasal dari Mesolitik atau Neolitik Eropa yang menjadi substratum bersama; (c) Motif itu adalah arketip-psikologis universal yang muncul independen di banyak budaya (penjelasan Jungian). Mayoritas akademisi modern (Trask 1997, Hualde & Ortiz de Urbina 2003) condong ke (b): bahwa "naga-langit yang ditarik ke gua" adalah inheritance Pra-Indo-Eropa Eropa, yang di tradisi-tradisi lain menyatu ke dalam framework baru Indo-Eropa tetapi di Euskara bertahan dalam bentuk yang relatif tidak-tergeser. Kalau ini benar, Sugaar adalah kerabat yang lebih tua dari Aži Dahāka dan Vishap — bukan turunan, tetapi saudara-Mesolitik mereka semua.