Reditum

Pars Undevicesima · Liber XIX · Vasconia

Vasconia

Euskal Herria · Bizkaia · Gipuzkoa · Nafarroa · Iparralde

Sebuah keganjilan linguistik-historis: di sudut barat-laut Spanyol dan barat-daya Prancis, di kedua sisi Pyrenees Atlantik, masih dipertuturkan bahasa Euskara — sebuah language isolate, tidak berkerabat dengan rumpun bahasa manapun yang dikenal. Para linguis sepakat: Euskara adalah satu-satunya keturunan dari bahasa-bahasa pra-Indo-Eropa Eropa yang masih bertahan. Sebelum gelombang Indo-Eropa masuk dari stepa (~3500-2500 SM), Eropa berbicara dalam bahasa-bahasa seperti ini. Yang lain telah punah; Euskara bertahan karena pegunungan Pyrenees yang melindungi penuturnya. Yang ini benar untuk bahasa, juga benar untuk demonologi: nama-nama berikut bukan pinjaman dari Latin, Indo-Eropa, atau Semitik. Mereka adalah fosil-mitologis hidup dari Eropa-sebelum-Eropa.

IBahasa-isolat di Eropa
VIIEntitas utama
Tidak terhitung — pra-historis
Descende
Cueva de Mari — pintu-masuk Gua-Anboto di Duranguesado, Vizcaya, Basque Country; kediaman-mitis Mari dan suaminya Sugaar, tempat sang ular-langit kembali setelah terbang dari satu puncak ke puncak lain
Cueva de Mari — pintu Gua-Anboto, kediaman-mitis Sugaar dan Mari

§ Euskal Herria · pra-historis

Sugaar

Sugoi — Ular Jantan, Suami-Petir Sang Dewi Mari

"Sugaar Mariren senarra da." — Tradisi lisan Bizkaia: "Sugaar adalah suami Mari." Direkam oleh José Miguel de Barandiarán dalam Mitología vasca (1960) dari informan-informan pegunungan Anboto.
Etimologi
Euskara suge "ular" + ar "jantan, maskulin" — harfiah "ular-jantan". Varian dialek: Sugoi, Maju, Maketso. Nama Euskara, bukan pinjaman — kata suge termasuk lexicon Basque yang paling-dasar dan tidak punya kerabat di bahasa Indo-Eropa manapun. Inilah ciri tradisi-isolat: kata-kata-untuk-hal-paling-dasar tidak bisa diterjemahkan langsung ke bahasa-lain.
Wujud
Ular besar yang terbang, kadang dengan tujuh kepala dalam beberapa versi (kerabat motif Aži Dahāka), kadang sebagai bola-api di langit malam — yang sebenarnya adalah meteor atau Lyrid yang dilihat oleh penggembala Basque kuno. Ketika terbang antara dua gua-pegunungan, ia membawa badai-petir: kilatan langit di Pyrenees secara tradisional dianggap sebagai perjalanan Sugaar dari gua Anboto ke gua Mendiko, atau sebaliknya.
Pasangan: Mari
Mari adalah dewi-utama kosmologi Basque (sayangnya bukan demon — lihat Pars II nanti). Mari tinggal di gua di puncak Anboto (1.331 m) di Bizkaia; setiap tujuh tahun ia berpindah ke gua lain. Sugaar mengunjunginya untuk mengandung-anak — dan setiap pertemuan menghasilkan badai-petir. Konfigurasi "ular-jantan-langit + dewi-gua-pegunungan" ini sangat mirip dengan pola Indo-Eropa (Indra-Vala, Þórr-Sif, Perkūnas-Žemyna) — tetapi terjadi secara independen dalam bahasa non-Indo-Eropa, suggesting bahwa motif ini lebih tua dari pemisahan rumpun bahasa, mungkin Mesolitik.
Anak-anak
Dari pertemuan Sugaar dan Mari lahir dua anak: Atarrabi (anak-baik) dan Mikelats (anak-jahat). Konfigurasi dewa-kembar baik-jahat ini paralel dengan Spenta Mainyu vs Angra Mainyu di Iran — tetapi sekali lagi terjadi independen.

Sugaar adalah salah satu entitas paling menarik dalam seluruh demonologi komparatif karena ia memaksa kita merevisi asumsi tentang dari mana motif-motif "naga langit yang dilawan / dipasangkan dengan dewi". Skema standar (Calvert Watkins, How to Kill a Dragon, 1995) menyatakan motif chaoskampf "pahlawan-petir-vs-naga" adalah temuan-bersama Indo-Eropa, ditelusuri dari Veda Indra-Vṛtra ke Yunani Zeus-Typhon ke Norse Þórr-Jörmungandr ke Iran Verethragna-Aži Dahāka. Tetapi Basque memiliki versinya sendiri — dalam bahasa pra-Indo-Eropa. Kemungkinan-kemungkinan: (a) Basque meminjam dari tetangga Celtic atau Latin di masa pra-historis (tetapi tidak ada bukti linguistik untuk pinjaman ini); (b) Motif chaoskampf jauh lebih tua dari Indo-Eropa, mungkin berasal dari Mesolitik atau Neolitik Eropa yang menjadi substratum bersama; (c) Motif itu adalah arketip-psikologis universal yang muncul independen di banyak budaya (penjelasan Jungian). Mayoritas akademisi modern (Trask 1997, Hualde & Ortiz de Urbina 2003) condong ke (b): bahwa "naga-langit yang ditarik ke gua" adalah inheritance Pra-Indo-Eropa Eropa, yang di tradisi-tradisi lain menyatu ke dalam framework baru Indo-Eropa tetapi di Euskara bertahan dalam bentuk yang relatif tidak-tergeser. Kalau ini benar, Sugaar adalah kerabat yang lebih tua dari Aži Dahāka dan Vishap — bukan turunan, tetapi saudara-Mesolitik mereka semua.

Penghuni Tanah & Gua

Geografi Basque didominasi oleh gua-gua kapur Pyrenees — beberapa di antaranya, seperti Santimamiñe dan Ekain, mengandung lukisan-dinding Paleolitik (~14.000 tahun) yang menunjukkan bahwa wilayah ini telah dihuni terus-menerus sejak Ice Age. Tidak heran kalau demonologi Basque sebagian besar berputar mengelilingi siapa-yang-tinggal-di-gua: raksasa, cyclops, banteng-roh, semua mengambil tempat-tinggal mereka di gua-gua yang sama yang nenek-moyang Magdalenian dahulu mengukir bison di dindingnya.

Catatan tentang lukisan-dinding: gua Santimamiñe (Bizkaia), Ekain (Gipuzkoa), dan Altxerri mengandung lukisan-Paleolitik yang menunjukkan bison, kuda, dan tanda-tanda-abstrak. Apakah ada hubungan langsung antara seniman-Paleolitik dan tradisi-mitologi modern Basque? Sebagian besar akademisi mengatakan tidak bisa dibuktikan, tetapi tidak bisa juga ditolak. Wilayah ini dihuni terus-menerus selama ~17.000 tahun.

Penghuni Hutan, Air, & Malam

Pegunungan Basque tidak hanya berisi gua — ada sungai-sungai bawah-tanah, mata-air keramat, hutan-bukit Beech yang lebat, dan langit-malam Atlantik yang sangat-gelap karena polusi-cahaya minimal. Masing-masing punya penghuni. Dua entitas berikut adalah yang paling dikenal di tradisi Bizkaia dan Gipuzkoa.

Sumber utama: José Miguel de Barandiarán, Mitología vasca (Madrid 1960) dan Diccionario de mitología vasca (Bilbao 1972); Resurrección María de Azkue, Euskalerriaren Yakintza 4 vol (1935-47); Julio Caro Baroja, Sobre la religión antigua y el calendario del pueblo vasco (1948). Konteks linguistik: R. L. Trask, The History of Basque (Routledge 1997); J. Hualde & J. Ortiz de Urbina (eds), A Grammar of Basque (Mouton 2003).

Apakah Basque Pernah Meminjam?

Pertanyaan yang menarik: setelah ribuan tahun bertetangga dengan Celtic (~milenium I SM), Romawi (sejak ~50 SM), dan kemudian Spanyol-Prancis Kristen, apakah demonologi Basque meminjam dari tetangga atau bertahan murni? Konsensus modern: terjadi pinjaman-leksikal terbatas, tetapi struktur-mitologis dasar bertahan. Tabel berikut menunjukkan kekerabatan-yang-mungkin: kemiripan motif dengan tetangga, tetapi dengan penjelasan yang biasanya bukan-pinjaman-langsung melainkan substrat-pra-Indo-Eropa-Eropa.

Entitas Basque Kemiripan Motif Hipotesis Sumber
Sugaar Aži Dahāka, Vishap, Veda Vṛtra, Zeus-Typhon Substrat Mesolitik / arketip pra-IE
Tartalo Polyphemus (Odisseia IX), motif cyclops Eurasia Fosil Magdalenian (D'Huy 2015)
Lamiak Nereid, Rusalka, Sirena Cantabria, Fata-air Romanian Konsep peri-air universal (independen)
Mairu / Jentilak Aralez (Armenia) sebagai fosil pra-IE Etiologi-folklorik untuk arkeologi-megalitik
Aatxe Pooka-banteng Irlandia Konsep banteng-suci, mungkin substrat pra-IE Atlantik
Gaueko (tidak ada paralel-langsung dalam tradisi Indo-Eropa Eropa) Konsepsi-temporal khas Basque, kemungkinan asli
Mari (tidak ada paralel — kategori "dewi-utama-pelindung-yang-bertahan-melalui-Kristenisasi") Murni Basque; satu-satunya jenisnya di Eropa

Catatan metodologis: dalam linguistik historis-komparatif, "kemiripan" bukan-otomatis berarti "kekerabatan". Tiga jenis kemiripan: (a) turunan dari ancestor-bersama (cognate); (b) pinjaman dari satu ke yang-lain (loan); (c) konvergensi-independen (parallel evolution / arketip-universal). Untuk Basque, (a) tidak berlaku (bahasa-isolat), (b) dapat dibuktikan hanya jika ada bukti-leksikal (dan biasanya tidak ada), (c) menjadi default. Maka: demonologi Basque membantu kita memahami bagaimana motif-motif "universal" sebenarnya muncul tanpa transmisi-langsung. Inilah laboratorium-alami terbaik untuk teori-arketip.