I · Spiritus Aëris Ventorumque
Pazuzu
Rex Daemonum Venti · Raja Iblis Angin Barat-Daya
"anāku pazuzu mār ḫanbi šar lemnūti šadê" — "Akulah Pazuzu, putra Hanbi, raja para iblis-jahat di pegunungan."
- Era
- Neo-Assyria & Neo-Babylonia (~1000–600 SM). Patung & jimat ditemukan di seluruh Asia Barat Daya dan bahkan Mesir Hellenistik.
- Wujud
- Berkepala anjing/singa dengan mata melotot; tubuh manusia bersisik; cakar elang di tangan dan kaki; sayap ganda; ekor kalajengking; alat kelamin berkepala ular.
- Domain
- Angin barat-daya yang membawa wabah dan demam. Tetapi secara ironis ia juga pelindung: jimat berbentuk kepalanya dikenakan ibu hamil untuk mengusir Lamashtu yang lebih berbahaya.
- Silsilah
- Putra Hanbi — bapa para iblis. Saudara: tujuh Sebitti. Pasangan: tidak tercatat.
Pazuzu adalah salah satu paradoks paling tajam dalam demonologi Timur Dekat Kuno: iblis pembawa wabah yang justru digunakan untuk melindungi dari iblis lain. Para Asyur memahami bahwa untuk melawan kekuatan jahat dibutuhkan kekuatan setara — dan Lamashtu, yang menargetkan ibu hamil dan bayi baru lahir, hanya bisa dihalau oleh sesuatu yang ia sendiri takuti. Pazuzu menjadi pilihan itu. Jimat kepalanya, biasanya dari perunggu, digantungkan di atas tempat tidur perempuan yang melahirkan; patung-patung kecilnya dipasang di sudut-sudut rumah. Pada abad ke-20, citra kepalanya yang khas — singa dengan mata melotot — kembali populer melalui film The Exorcist (1973), yang menampilkannya sebagai iblis utama. Tetapi dalam konteks aslinya, Pazuzu adalah pelindung yang tampak menyeramkan — strategi yang sangat manusiawi dalam menghadapi yang tak-terlihat.