§ Arabia · pra-historis hingga folklor-modern
Nasnas
نسناس — Yang Setengah, Anomali-Anatomis sebagai Demonologi
"al-Nasnās: insān maqsūm bi-niṣfayn." — al-Qazwīnī, 'Ajā'ib al-Makhlūqāt: "Nasnas: manusia yang terbagi-dua."
- Etimologi
- Arab nasnās (نسناس), bentuk-frekuentatif dari akar n-s-s "menyentuh, menggerak". Kemungkinan kerabat-akar dengan Persia nas "manusia, jiwa". Etimologi-rakyat (al-Mas'udi abad X) menelusuri ke kata yang berarti "yang sudah dilepas-separuh".
- Wujud
- Manusia yang secara harfiah hanya separuh: satu mata, satu lubang-hidung, satu telinga, satu lengan, satu kaki — yang seluruhnya pada sisi-tubuh yang sama (kiri atau kanan, dibelah secara sagittal). Tinggi rata-rata, kulit gelap atau abu-abu. Melompat dengan satu kaki dengan kecepatan luar biasa. Suaranya: ekolokasi, mengulang akhir kalimat manusia yang ia dengar (motif yang sangat tua — sama dengan echo-roh di banyak tradisi).
- Habitat
- Padang-pasir Yemen (terutama Ḥaḍramawt), pegunungan 'Asir, dan kepulauan Soqotra. Sering dilihat oleh karavan-pedagang yang melintasi Rub' al-Khali. al-Qazwīnī melaporkan: "ada negeri yang penuh dengan mereka", tetapi tidak menyebutkan-spesifik — kemungkinan dari rumor-karavan.
- Asal-usul
- Penjelasan-folklorik: Nasnas adalah keturunan-iblis dari binatang, atau manusia yang dibelah-Tuhan karena dosa-besar. Penjelasan-akademis (Hoyland 2001): kemungkinan adalah ingatan-distorsi tentang penduduk-asli Arabia Selatan (mungkin penyandang-disabilitas, atau orang dengan kondisi-medis yang dilihat oleh perantau-luar) yang diubah-pasrah menjadi makhluk-mythological — sebuah othering anatomis.
Nasnas adalah salah satu konsep paling khas-Arabia karena ia menampilkan demonologi-anatomis: kategori-makhluk-jahat yang didefinisikan oleh anomali-tubuh, bukan oleh kekuasaan-supernatural. Hampir tidak ada paralel-tepat di tradisi-lain: Onocentaur (manusia-keledai Yunani) hanya hibrid, bukan-separuh; Heinzelmännchen (kerdil Jerman) tidak terbelah; Mahaha (Inuit) wujud-utuh meski-aneh. Nasnas unik. Studi Marie-Christine Pierret (2014, tradisi-lisan Yemen) menunjukkan bahwa folklor Nasnas masih hidup hari-ini di pegunungan 'Asir — anak-anak Yemen masih diperingatkan: "jangan keluar malam-hari sendirian, Nasnas akan menyalin-suaramu sampai kamu sesat". Yang Qur'an lakukan dengan tradisi-tradisi seperti ini (Nasnas, Ghaddar, Si'lat): menetralkannya dengan tidak-menyebut. Qur'an hanya menyebutkan jin sebagai kategori-supernatural-resmi. Folklor Nasnas berlanjut di luar-kanon, paralel dengan teologi resmi — analog dengan folk-Catholic saints di Mediterania yang tidak diakui Vatikan.