Reditum

Pars Prima · Liber I

Tradisi Grimoire

Okultisme Barat — Ars Goetia

Dari halaman Lemegeton Clavicula Salomonis — yang lebih dikenal sebagai Lesser Key of Solomon, abad ketujuh belas — diturunkan tujuh-puluh-dua nama. Mereka memikul gelar: Raja, Adipati, Pangeran, Marquis, Presiden, dan Hitungan. Lembaran ini mencatat enam di antaranya — dengan meterai (sigillum), wujud kemunculan, kuasa, jumlah legiun, dan riwayat singkat sebagaimana dituturkan tradisi.

LXXII Roh tercatat
VI Termuat di sini
MDCXLI Asal naskah (kira-kira)
Descende

§ Index Spirituum

Tabula nominum

  1. I.BaelRex
  2. IX.PaimonRex
  3. XIII.BelethRex
  4. XXIX.AstarothDux
  5. XXXII.AsmodeusRex
  6. LXIII.AndrasMarchio

Lihat keseluruhan tujuh-puluh-dua →

Sigillum Bael
Sigillum Bael

I · Primus Spiritus

Bael

Rex Orientis — Raja Timur

“Apparet sub diversis formis, quandoque ut felis, quandoque ut bufo, quandoque ut homo, quandoque omnibus simul.” — ia tampak dengan tiga kepala: kucing, katak, dan manusia.
Wujud
Tiga kepala — kucing rumah, katak, dan manusia — bertumpu pada sosok bercakar laba-laba. Suara serak seperti tanduk sangkakala yang telah retak.
Kuasa
Menganugerahi pemanggilnya kemampuan tak-tampak (invisibilitas); memberikan kearifan tersembunyi atas perkara mata tertutup.
Legio
LXVI legiun roh tunduk kepadanya.

Disebut yang pertama dalam katalog Ars Goetia, Bael memegang tahta Timur — arah matahari terbit, simbol pengetahuan yang baru bangkit. Dalam Pseudomonarchia Daemonum (Weyer, 1577) namanya menjadi pintu masuk ke seluruh hierarki bawah. Para penulis kemudian — terutama Collin de Plancy dalam Dictionnaire Infernal — menggambarkannya berkaki delapan seperti laba-laba, simbol jaring tipu daya yang ditenun di antara dimensi. Mereka yang berani mengukir meterainya pada lempeng tembaga konon berjalan tak terlihat — namun yang lalai membaca tutupan litani dikatakan kehilangan suara mereka selama tujuh hari.

Sigillum Paimon
Sigillum Paimon

IX · Nonus Spiritus

Paimon

Rex — Raja yang Mulia, taat kepada Lucifer

“Vocem habet altisonam, et venit præcedente magna pompa.” — ia datang dengan suara nyaring, didahului prosesi musik dan terompet.
Wujud
Pria dengan wajah lembut hampir feminin, mengenakan mahkota gemerlap dari batu mulia. Ia menunggang unta-bermuka-satu (dromedari), didahului orkestra dengan terompet dan simbal.
Kuasa
Memberikan pengajaran segala seni dan filsafat; menyingkap rahasia bumi, angin, air, dan apa yang ada di kedalamannya; memberi pelayan yang baik dan martabat duniawi.
Legio
CC legiun roh — separuhnya dari Ordo Angelorum, separuhnya dari Ordo Potestatum.

Paimon adalah orator istana neraka — yang berbicara dengan kefasihan yang menundukkan pendengar sebelum kata kedua terucap. Tradisi menyebut bahwa pemanggil pemula sering keliru menafsirkan kemerduan suaranya sebagai kelembutan; padahal di balik prosesinya berjajar legiun yang siap menjawab perintah. Karena ia datang dengan kegaduhan, para magis abad pertengahan dianjurkan menghadap ke arah Barat-Laut ketika memanggilnya, dan menyiapkan persembahan minyak rosa dan dupa storax. Tanpa kelegaan demikian, ia tampak namun menolak berbicara.

Sigillum Beleth
Sigillum Beleth

XIII · Tertius Decimus Spiritus

Beleth

Rex Terribilis — Raja yang Mengerikan

“Equitat super equum pallidum, præcedentibus omnibus generibus musicorum.” — ia menunggang kuda pucat, didahului segala jenis pemusik.
Wujud
Penampakan pertama-kalinya penuh murka — wajah tegang, mata berapi. Ia mendatangi pemanggil di atas kuda pucat dengan iring-iringan pemusik yang meniup terompet dari sisi-sisi pintu lingkaran.
Kuasa
Menumbuhkan cinta — segala bentuk cinta — antara laki-laki dan perempuan, atau antara dua kawan yang dipisahkan jarak. Cinta yang dibangkitkannya dikatakan sulit dipadamkan.
Legio
LXXXV legiun roh.

Naskah Lemegeton memperingatkan: ketika Beleth muncul, magis harus berdiri tegak dengan tongkat hazel di tangan kiri, menuding ke arah Selatan-Timur. Tongkat itu berfungsi sebagai pengikat — tanpanya, sang raja menolak hormat dan dapat berpaling menjadi penyebab perpisahan, alih-alih perekat. Tradisi yang berkembang di Inggris abad ke-17 menyebutnya sebagai “the king who plays the heart like a violin” — ia memainkan dawai jantung manusia dengan presisi yang sama dengan musisi yang mengiringinya.

Sigillum Astaroth
Sigillum Astaroth

XXIX · Vicesimus Nonus Spiritus

Astaroth

Dux Magnus — Adipati Agung Neraka

“Habet halitum gravissimum; magus annulum argenteum ante nares teneat.” — nafasnya begitu busuk hingga magis wajib menahan cincin perak di depan hidung.
Wujud
Seorang malaikat berwajah jelek yang menunggangi naga neraka, memegang ular biludak di tangan kanan. Nafasnya — sebagaimana dicatat — tak tertahankan; pemanggil disarankan membawa cincin perak yang ditahankan dekat lubang hidung selama wawancara.
Kuasa
Menjawab dengan benar tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan. Membongkar segala rahasia. Mengajarkan tujuh seni liberal. Ia rela bercerita tentang Penciptaan, Kejatuhan Para Malaikat, dan kejatuhannya sendiri — yang ia akui dilakukan tidak adil.
Legio
XL legiun roh.

Astaroth adalah saksi yang berbicara — ia kerap dikatakan sebagai sumber pengetahuan kosmogoni dari sisi mereka yang jatuh. Berbeda dengan kebanyakan roh Goetia yang memberi atau menahan kuasa atas dunia material, Astaroth memberikan kuasa yang lebih halus: kemampuan mengerti. Dalam tradisi grimoire Prancis, beberapa magis disebut menghabiskan tahun-tahunan dalam dialog dengannya — bukan untuk meminta harta, tetapi untuk memahami struktur jatuhnya cahaya. Para penulis kemudian — termasuk Eliphas Lévi — menjadikannya simbol pengetahuan yang dimakan oleh kebanggaan.

Sigillum Asmoday
Sigillum Asmodeus

XXXII · Tricesimus Secundus Spiritus

Asmodeus

Rex Potens — Raja yang Perkasa, Bertahta dengan Kobaran

“Tria capita: tauri, hominis, arietis; cauda serpentis; pedibus anseris; flammas evomit.” — tiga kepala (banteng, manusia, domba jantan), ekor ular, kaki angsa, menyemburkan kobar api.
Wujud
Tiga kepala — banteng, manusia, dan domba jantan; ekor ular; kaki angsa-bertelapak. Ia menunggang naga yang mengepak, sambil memegang panji dan tombak. Dari mulutnya keluar kobaran. Tradisi mensyaratkan pemanggil membuka tudung kepala saat menyambutnya — barangsiapa melalaikannya, ia akan menipu pemanggil di seluruh sisa wawancara.
Kuasa
Mengajarkan geometri, aritmetika, astronomi, dan segala kerajinan tangan. Memberikan jawaban penuh atas pertanyaan apapun. Menjadikan pemanggilnya tak-terkalahkan. Menunjukkan tempat-tempat tersembunyi tempat harta dikuburkan, lalu menjaganya.
Legio
LXXII legiun roh.

Nama Asmodeus telah muncul jauh sebelum Lemegeton — dalam Kitab Tobit ia adalah roh yang membunuh para mempelai pria. Kemudian para penulis kabbalistik dan grimorialis Latin menjadikannya raja kemarahan dan keinginan yang tak tertahankan. Tetapi di balik wajah amarahnya, naskah Lemegeton memberinya peran yang janggal: guru ilmu yang tepat (geometri, aritmetika). Seakan-akan tradisi ingin mengingatkan bahwa kerinduan yang terbakar dan ketelitian matematis lahir dari sumber yang sama — keduanya menuntut presisi total. Beberapa magis dikatakan memintanya menunjukkan tempat harta; ia menunjukkannya — namun selalu di tempat yang dijaganya sendiri.

Sigillum Andras
Sigillum Andras

LXIII · Sexagesimus Tertius Spiritus

Andras

Marchio — Marquis Agung dari Perselisihan

“Caput corvi habet, equitat lupum nigrum, gladium acutum gestat — magus circulum non egrediatur.” — berkepala gagak, menunggang serigala hitam, memegang pedang tajam — magis tak boleh keluar dari lingkaran.
Wujud
Tubuh malaikat dengan kepala gagak (beberapa naskah mengganti dengan burung hantu). Menunggang serigala hitam yang besar. Tangannya menggenggam pedang yang dipoles hingga memantulkan wajah pemanggil.
Kuasa
Menanam perselisihan — di antara kawan, di antara saudara, di antara pasukan. Ia dapat memerangkat manusia hingga menumpas dirinya sendiri.
Legio
XXX legiun roh.

Andras dianggap sebagai roh paling berbahaya dalam Goetia. Naskah Lemegeton memberikan peringatan keras yang jarang muncul untuk roh lain: “si magus non bene custoditus, occidet magum et socios.” — “jika magis tidak terjaga baik, ia akan membunuh magis itu dan teman-temannya.” Yang menarik adalah penyebab bahayanya bukanlah kekuatan kasarnya, melainkan kemampuannya membuat ketidaksepahaman terkecil tampak seperti hinaan terberat. Lingkaran perlindungan harus digambar dua kali, dan magis yang memanggilnya disarankan datang sendirian — sebab kehadiran orang kedua, betapa pun setianya, dapat ditukarbalik menjadi cermin kebencian dalam waktu yang singkat.

Tabula plena · LXXII Spiritus

Katalog penuh tujuh-puluh-dua roh Ars Goetia menurut Lemegeton Clavicula Salomonis (terjemahan S. L. MacGregor Mathers, 1904) — dari Bael yang pertama hingga Andromalius yang ke-tujuh-puluh-dua. Setiap kartu menampung pangkat, jumlah legiun, dan ranah kuasanya. Tekan untuk pengingat ringkas; arahkan kursor untuk meterai menyala.

Meterai (sigillum) yang ditampilkan diambil dari tradisi Lemegeton Clavicula Salomonis sebagaimana digravira dalam terjemahan S. L. MacGregor Mathers & Aleister Crowley (1904) — domain publik, mengacu pada manuskrip Bodleian MS Rawlinson D. 1363 dan British Library Sloane MS 2731. File SVG berada di folder iblis/sigils/; jika ada yang belum tersedia, placeholder "Sigillum Absens" akan ditampilkan otomatis.

Pseudomonarchia Daemonum

Praecedens antiquior · Johann Weyer, 1577

Enam puluh empat tahun sebelum Lemegeton menyusun katalog lengkapnya, dokter Belanda Johann Weyer telah lebih dulu mendaftar nama-nama bawah dalam lampiran De praestigiis daemonum (1563/1577). Naskahnya — Pseudomonarchia Daemonum, "Monarki Iblis yang Palsu" — memuat enam-puluh-sembilan roh, bukan tujuh-puluh-dua. Banyak yang sama; tetapi urutan berbeda, beberapa pangkat bergeser, beberapa nama mengganti bentuk, dan satu roh muncul di sini saja — lalu hilang dari Goetia kemudian.

LXIX Roh di Pseudomonarchia
LXXII Roh di Lemegeton
IV Absen pada Weyer
I Unik bagi Weyer

§§ Unicum Apud Weyerum — Yang Hanya Ada di Pseudomonarchia

Pruflas — engraving by Louis Le Breton, Dictionnaire Infernal 1863
Pruflas — Le Breton, 1863

IV · Spiritus apud Weyerum

Pruflas

Princeps Magnus et Dux Magnus — Pangeran Agung & Adipati Agung

“Habet caput accipitris, corpus flamma; manet circa turrim Babel.” — berkepala elang/hantu burung, bertubuh kobaran api, bersemayam di sekitar Menara Babel.
Nama Lain
Bufas; Busas (dalam beberapa salinan).
Wujud
Tubuhnya kobaran api yang melayang. Kepalanya menyerupai elang malam (dalam beberapa naskah: burung hantu). Ia bersemayam dekat sisa-sisa Menara Babel — simbol kebanggaan manusia yang diserakkan oleh bahasa.
Kuasa
Menabur perselisihan, perang, kebohongan, dan pertengkaran — namun, ironisnya, memberi jawaban yang baik dan benar dalam perkara ketuhanan dan ilmu liberal. Tradisi menyebut bahwa pemanggil sering dijebak: ia menyodorkan kebenaran dahulu, lalu menggunakannya untuk memisahkan.
Asal-usul
Beberapa tradisi menyebut Pruflas dulunya termasuk Ordo Thronorum — Ordo Tahta — sebelum jatuh. Pangkat ganda yang ia pikul (Pangeran sekaligus Adipati) adalah keunikan yang tak diberikan kepada roh lain dalam katalog Weyer.
Legio
XXVI legiun roh.

Pruflas adalah nama yang menghilang. Ia tercatat sebagai roh ke-empat dalam Pseudomonarchia Daemonum Weyer (1577), tetapi ketika tradisi grimoire menyalin ulang katalog itu untuk dijadikan Lesser Key of Solomon abad ketujuh-belas, namanya dihapus. Tak ada penjelasan resmi atas penghapusan itu — beberapa sarjana modern menduga bahwa para penyalin Lemegeton menganggap rangkap-pangkatnya (Pangeran sekaligus Adipati) sebagai kesalahan tulis Weyer; yang lain menduga bahwa keberadaannya yang dekat Menara Babel — simbol kejatuhan linguistik — terlalu berbau alegori humanis untuk masuk ke dalam ritus pemanggilan formal. Apapun penyebabnya, Pruflas tinggal sebagai jejak: bukti bahwa Goetia bukan teks yang utuh diturunkan, melainkan suntingan dari sumber yang lebih tua.

Empat yang Tak Tercatat oleh Weyer

Empat roh berikut hadir dalam Lemegeton tetapi tidak ditemukan dalam manuskrip Weyer 1577. Tradisi grimoire menyebutnya sebagai "tambahan abad ke-tujuh-belas" — kemungkinan disisipkan oleh penyusun anonim Lemegeton untuk melengkapi katalog hingga angka simbolis tujuh-puluh-dua (jumlah nama Tuhan dalam tradisi Kabbalistik).

Perbedaan Pangkat antara Weyer dan Mathers

Sebagian besar pangkat dipertahankan dari Weyer ke Lemegeton. Namun beberapa roh kehilangan gelar gandanya, dan satu — Barbatos — bahkan berpindah pangkat sama sekali (dari Comes/Earl menjadi Dux/Adipati). Berikut perubahannya:

Nama Pangkat di Lemegeton Pangkat di Pseudomonarchia Catatan

Variasi Penulisan Nama

Weyer menulis pada akhir abad ke-enam-belas; transliterasi nama dari sumber Latin-Yunani-Ibrani masih belum tetap. Berikut nama-nama yang paling berbeda ejaannya antara dua naskah:

Lima Tradisi Lain Okultisme Barat

Selain Lemegeton dan Pseudomonarchia Daemonum, peradaban Eropa Barat melahirkan setidaknya lima naskah magia lain yang masing-masing memuat hierarki, ranah, dan praktek tersendiri. Lembar ini merangkum dasar-dasarnya, dengan gravira dan meterai otentik dari masing-masing tradisi.

Pars I

Dictionnaire Infernal

Jacques-Auguste-Simon Collin de Plancy · Paris, 1818 (gravira: Louis Le Breton, 1863)

Dictionnaire Infernal bukanlah grimoire dalam arti ketat — ia ensiklopedi: ~6.000 entri tentang iblis, tukang sihir, sihir, dan ajaran sesat. Yang membuatnya terkenal adalah gravira oleh seniman Prancis Louis Le Breton dalam edisi keenam (Paris, 1863). Tujuh-puluh-an iblis digambar dengan ketelitian zoologis yang ironis — Le Breton menerjemahkan deskripsi tekstual Lemegeton dan Pseudomonarchia menjadi sosok-sosok yang sejak itu menjadi citra resmi iblis dalam imajinasi pop modern. Hampir setiap gambar iblis yang Anda lihat di buku, film, atau tarot modern menelusuri jejaknya kembali ke Le Breton.

Yang menarik secara historis: Collin de Plancy (1793–1881) memulai naskah ini sebagai skeptik — pencerahan Voltairian, anti-takhayul. Tetapi di antara edisi pertama dan keenam ia berbalik haluan: berpindah ke Katolik dan menulis ulang banyak entri dengan nada percaya. Gravira Le Breton, ditambahkan pada periode tobat ini, membawa serius-an estetis yang membuat naskah jadi rujukan visual definitif.

Lucifer
LuciferImperator Tenebrarum
Beelzebub
BelzebuthRex Muscarum
Behemoth
BehemothBestia Magna
Moloch
MolochDevorator Infantium
Léonard
LéonardMagister Sabbati
Mammon
MammonDominus Divitiarum
Buer
BuerX · Praeses Goetiæ
Berith
BerithXXVIII · Dux
Caim
CaïmLIII · Praeses
Marchosias
MarchociasXXXV · Marchio
Scox / Shax
ScoxXLIV · Marchio
Ronwe / Ronove
RonweXXVII · Marchio
Stolas
StolasXXXVI · Princeps

Collin de Plancy, Dictionnaire Infernal, 6e éd., Paris: Henri Plon, 1863. Gravira oleh L. Le Breton — domain publik (terbit >100 tahun).

Pars II

Grand Grimoire / Le Dragon Rouge

Anonim · ~abad XVI–XVII, populer di Prancis abad XIX

Lucifuge Rofocale
Lucifuge Rofocale — Prima Minister Inferni

Grand Grimoire — kemudian dikenal sebagai Le Dragon Rouge dalam edisi murah cetak-batu Prancis abad ke-19 — adalah naskah yang paling terkait dengan satu nama: Lucifuge Rofocale. Ia adalah Perdana Menteri Neraka, pemegang kunci atas seluruh kekayaan bumi, yang dapat dipanggil oleh seorang magis untuk mengadakan perjanjian — pertukaran jiwa demi harta atau kekuasaan. Kata "Rofocale" sendiri adalah anagram dari "Focalor" (Roh ke-41 Goetia), dan "Lucifuge" berarti "yang melarikan diri dari cahaya".

Hierarki Neraka menurut Grand Grimoire

LuciferImperator
BeelzebubPrinceps
AstarothDux Magnus

▽   Sex Spiritus Superiores   ▽

  1. Lucifuge Rofocale — Prima Minister, kuasa atas harta
  2. Satanachia — Magnus Generalis, kuasa atas perempuan
  3. Agaliarept — Generalis, kuasa atas Eropa & Asia
  4. Fleurety — Locum Tenens Generalis, kuasa atas suhu & cuaca
  5. Sargatanas — Brigadarius, kuasa untuk membuka segala kunci
  6. Nebiros — Marsalcus Campi, kuasa nubuat & necromantia

▽   XVIII Spiritus Inferiores   ▽

Delapan-belas roh pelayan, banyak yang nama-namanya tumpang-tindih dengan Goetia: Bael, Agares, Marbas, Pruflas, Aamon, Barbatos, Buer, Gusoin, Botis, Bathym, Pursan, Eligor, Loray, Valefar, Forau, Ayperos, Naberus, Glasya-Labolas.

Ritual khasnya melibatkan Triangulum Pactī (Segitiga Perjanjian) digambar di lantai, sebatang Virga Fulminans (Tongkat Petir) dari kayu hazel berusia satu malam, dan sehelai kulit kambing hitam sebagai pengikat tanda tangan. Magis berdiri di luar segitiga; Lucifuge muncul di dalamnya untuk bernegosiasi.

Le Véritable Dragon Rouge, edisi populer berbahasa Prancis, awal abad XIX (asal-usul lebih tua tidak tertelusuri pasti). Gambar Lucifuge di sini berasal dari edisi cetak abad XIX, didigitalisasi oleh Wikimedia Commons.

Pars III

Grimoire du Pape Honorius

Pseudo-Honorius III · diatributikan ke 1216, sesungguhnya cetak Prancis ~1670

Grimoire du Pape Honorius — title page (1760) Sigil of the spirit Surgat
Halaman judul (cetak 1760) · Sigillum Surgati

Le Grimoire du Pape Honorius menyandang nama pendahulu tahta paus abad ke-13 — Honorius III (memerintah 1216–1227) — tetapi para sarjana sepakat: ini pseudo-epigrafa. Naskahnya muncul untuk pertama kalinya dalam cetak abad ke-17 di Prancis dan Italia, dengan tujuan jelas: memberikan justifikasi seakan-akan kepausan kepada praktek magis. Status semu-resminya membuatnya menjadi grimoire paling populer di negara-negara Katolik selama dua abad — setiap dukun desa Prancis dan Italia pernah memilikinya, atau setidaknya mengaku punya.

Tujuh Hari, Tujuh Roh

Karakter unik Honorius: pemanggilan diatur menurut hari dalam minggu, setiap hari memiliki roh penanggungjawab:

  • Dies Solis · Minggu — Aquiel
  • Dies Lunæ · Senin — Lucifer
  • Dies Martis · Selasa — Frimost
  • Dies Mercurii · Rabu — Astaroth
  • Dies Iovis · Kamis — Silcharde / Acham
  • Dies Veneris · Jumat — Surgat / Bechard
  • Dies Saturni · Sabtu — Guland

Surgat, roh hari Jumat, terkenal sebagai "pembuka segala kunci" — ia memberikan kunci universal yang membuka pintu apa pun, namun harganya: satu lapis rambut dari kepala magis sebagai persembahan tahunan. Sigil-nya, gambar di sebelah, adalah yang paling sering disalin dari naskah ini.

Le Grimoire du Pape Honorius, avec un recueil des plus rares secrets, "Roma" [pseudo-imprint, sebenarnya Lyon], 1670; reprint cetak 1760 yang gambarnya digunakan di sini.

Pars IV

Liber Abramelin

Abraham von Worms · naskah 1458 (kemungkinan abad XV akhir)

The Book of Abramelin — illustration
Liber Abramelin — naskah Jerman, abad XV

Buch Abramelin ditulis oleh Abraham dari Worms, seorang Yahudi-Jerman abad ke-15 yang mengaku belajar magia dari guru bernama Abramelin di Mesir. Naskahnya adalah salah satu yang paling berbeda dari grimoire-grimoire lain — bukan karena daftar iblisnya, tetapi karena tujuannya: bukan kuasa duniawi, melainkan Pengenalan dan Percakapan dengan Malaikat Pelindung Pribadi (Knowledge & Conversation of the Holy Guardian Angel).

Hierarki Abramelin: 4 + 8 + 312

IV Principes Tenebrarum

Lucifer · Leviathan · Satan · Belial

Empat Pangeran Kegelapan, di puncak hierarki.
VIII Sub-Principes

Astaroth · Magoth · Asmodee · Beelzebub
Oriens · Paimon · Ariton · Amaymon

Delapan Pangeran Bawahan — empat menjaga arah mata angin (Oriens=Timur, Paimon=Barat, Ariton=Utara, Amaymon=Selatan).
CCCXVI Spiritus Servientes

Tiga-ratus-enam-belas roh pelayan, dibagi di bawah delapan Sub-Princeps.

Inilah yang membuat Abramelin tidak punya "sigil" satu-per-satu: jumlahnya terlalu besar.

Sebagai gantinya, Abramelin menggunakan tabel-kuadrat huruf (magic squares) — petak persegi yang setiap selnya berisi huruf, dirakit menurut nama-nama Ibrani dan bilangan numerologis. Setiap kuadrat memanggil efek spesifik: menemukan harta, membaca pikiran, menjadi tidak terlihat. Magis tidak menggambar lingkaran dan sigil — ia menulis kuadrat di kulit perkamen, dan menyimpannya dekat tubuh.

Pengaruh Abramelin ke esoterisme modern besar sekali. Aleister Crowley menjadikan ritus 6-bulan Abramelin sebagai dasar inisiasi Thelema-nya; S. L. MacGregor Mathers menerjemahkannya ke Inggris pada 1898 dan menjadikannya teks inti Golden Dawn.

Abraham von Worms, Das Buch der wahren Praktik der alten göttlichen Magie, ms. 1458 (terjemahan Mathers, London 1898; edisi kritis Dehn 1995 dari naskah Wolfenbüttel).

Pars V

Munich Manual

Codex latinus monacensis 849 · anonim, ~1450

Munich Manual of Demonic Magic — manuscript page
Codex latinus monacensis 849 (Bayerische Staatsbibliothek)

Munich Manual of Demonic Magic — sebutan modern untuk Codex latinus monacensis 849 di Perpustakaan Negara Bayern, Munich — adalah salah satu naskah praktis necromantia abad pertengahan yang paling lengkap. Disusun anonim sekitar 1450, kemungkinan oleh seorang kleric, ia bukan teori melainkan buku pegangan praktek: mantra, conjurasi, lingkaran perlindungan, suffumigasi, eksperimen sihir cinta, dan ritus penemuan pencuri.

Isi pokok

  • Mantera-mantera necromantia dengan formula Latin
  • Eksperimen ilusi (membuat istana muncul, pesta nampak, dll)
  • Praktek divinasi dengan cermin, kuku, air, mangkuk
  • Sihir cinta & pelet
  • Penemuan pencuri & harta hilang
  • Conjurasi roh-roh planet, hari, dan elemen

Naskahnya tidak berusaha menyusun katalog iblis seperti Goetia atau Pseudomonarchia — ia mengasumsikan magis sudah tahu nama-nama itu, dan langsung menyediakan operasi: bagaimana memasang lingkaran, kalimat apa yang harus diucapkan, kapan harus menyembah, kapan harus diam. Sarjana abad ke-21 (terutama Richard Kieckhefer dalam Forbidden Rites, 1997) menggunakan Munich Manual sebagai bukti utama bahwa "necromantia klerikal" memang dipraktekkan secara organik di biara-biara Eropa abad pertengahan akhir, bukan sekadar khayalan inkuisisi.

Clm 849, Bayerische Staatsbibliothek, München, abad XV. Edisi kritis & terjemahan: R. Kieckhefer, Forbidden Rites: A Necromancer's Manual of the Fifteenth Century, Pennsylvania State University Press, 1997.