Reditum

Pars Duodevicesima · Liber XVIII · Septentrio

Septentrio

Suomi · Sápmi · Eesti · Latvija · Lietuva

Sebuah pengakuan kategoris: tradisi-tradisi Finnik, Sami, dan Baltik bukan Slavia. Sering disatukan dalam buku-buku populer "mitologi Eropa Timur", tetapi linguistik dan budayanya sangat berbeda: Finnish-Estonia-Sami termasuk rumpun Finno-Ugrik (tidak Indo-Eropa, kerabat jauh dengan bahasa Hungarian/Magyar (Liber XX)); Lithuania-Latvia termasuk Baltik (Indo-Eropa, salah satu cabang yang paling konservatif — lebih dekat ke Sanskerta daripada bahasa Eropa modern manapun). Lithuania mempertahankan tradisi paganisme paling lama di Eropa: baru dikristenkan tahun 1387 M, hampir 400 tahun setelah Slavia. Yang membuat lembar ini berharga: di sini bertemu roh-hutan Finno-Ugrik yang sangat tua, chthonic-deity Baltik yang Indo-Eropa-konservatif, dan folklor Sami sirkumpolar yang kerabatnya ada di Siberia.

IIIRumpun bahasa
XEntitas tercatat
MCCCLXXXVIIAdopsi Kristen Lithuania (1387)
Descende
Lemminkäinen's Mother — Akseli Gallen-Kallela, 1897, tempera atas kanvas, Ateneum (Finnish National Gallery); ibu mengumpulkan jenazah-anaknya dari sungai-Tuonela, realm-kematian yang Hiisi huni
Tuonela — Gallen-Kallela, "Lemminkäisen äiti" (1897), Ateneum

§ Finlandia · ribuan tahun pra-Kristen

Hiisi

Locus Sacer → Daemonium — "Sang Tempat" yang Kemudian Menjadi Yang Jahat

"Tämä Pohjolan Hiien lehmä" Kalevala, Runa 26: "Lembu ini, sapi Hiisi dari Pohjola." Penggunaan klasik di mana Hiisi adalah tempat, bukan siapa.
Etimologi
Finnish hiisi, kerabat Estonia hiis, Karelian hiiži. Awalnya bukan kata-untuk-iblis melainkan kata-untuk-tempat: hutan-keramat tempat ritual pra-Kristen dilakukan, kuburan-leluhur, batu-besar yang dianggap rumah-roh. Ratusan toponim Finlandia (Hiidenmäki = "bukit Hiisi", Hiidenvuori = "gunung Hiisi") berasal dari sini.
Inversi Kristen
Setelah misionaris Swedia datang (~abad XII-XIII), hiisi diturunkan: "tempat-keramat" → "tempat-iblis" → "iblis itu sendiri". Inilah satu-satu-nya kata di Eropa Utara yang melalui inversi-semantis lengkap dari locus religiosus menjadi daemonium. Bandingkan dengan inversi serupa di Iran: daeva ("bersinar/dewa" Veda) → "iblis" Avesta — proses yang sama, pemicu yang berbeda.
Wujud (era-Kristen)
Raksasa-hutan, kasar-buruk-rupa, tubuh besar dengan kulit kasar seperti kulit-kayu. Memiliki ternak-supernatural: Hiiden hirvi ("rusa-Hiisi" — moose yang dibuat dari potongan-potongan binatang lain, kayu, dan rerumputan dalam Kalevala Runa 13), Hiiden hevonen ("kuda-Hiisi"), Hiiden hauki ("ikan-tombak-Hiisi"). Semua ciptaan Hiisi adalah hibrida-cacat: tidak sempurna, gagal, tetapi tetap berfungsi sebagai cobaan untuk pahlawan.
Pohjola
Dalam Kalevala, Hiisi dikaitkan dengan Pohjola — "tanah-utara" yang dingin, gelap, tempat penyihir-perempuan Louhi memerintah. Pohjola adalah dunia-bawah Finlandia, paralel dengan Niflheim Norse — tetapi tidak sama. Ini adalah landskap mitologi yang berbeda secara genealogis: Niflheim Indo-Eropa, Pohjola Finno-Ugrik.

Hiisi adalah salah satu contoh paling jelas di seluruh Codex tentang bagaimana kekristenan tidak menghapus religi-asal tetapi membaliknya. Sebelum abad XII, untuk seorang petani Karelia, mendengar "Hiisi" berarti memikirkan hutan-tertentu di belakang desa di mana nenek-moyang dikuburkan — tempat yang dihormati, didekati dengan persembahan kecil, dan tidak diganggu pada waktu-waktu suci. Setelah misionaris datang, kata yang sama mulai dipakai untuk menerjemahkan diabolus Latin. Petani-petani Karelia diberitahu bahwa hutan-keramat kakek mereka adalah sarang iblis. Beberapa generasi kemudian, kata hiisi dalam Finnish modern berarti "iblis, setan" — penggunaan religius asli telah lenyap dari kesadaran umum. Yang menarik: linguistik dapat memeriksa sejarah ini. Toponim-toponim "Hiisi" masih ada di seluruh Finlandia — ratusan bukit, hutan, dan batu yang menyandang nama itu. Pada era pra-Kristen, sebuah desa yang dinamai "tetangga-Hiisi-bukit" tidak akan menamai dirinya seperti itu jika maknanya jahat. Toponim-toponim ini adalah fosil-linguistik yang mengkonfirmasi makna-religi asli. Elias Lönnrot, ketika mengkompilasi Kalevala dari runo-runo lisan Karelian (1835-49), tidak terlalu mendalami inversi ini — ia menerima Hiisi-sebagai-iblis seperti yang diberikan. Studi modern (terutama Juha Pentikäinen, Kalevala Mythology 1989) membongkar lapis-lapis ini dan mengembalikan Hiisi ke statusnya yang asli: tidak iblis, tapi genius loci dari hutan-keramat yang dilupakan.

Finlandia (Suomi)

Sumber terpenting demonologi Finlandia tetap Kalevala (Lönnrot, 1835 & 1849) — epos nasional Finlandia yang dirakit dari ratusan runo (lagu-puisi metris) yang masih hidup di Karelia. Pelengkap: Kanteletar (Lönnrot 1840, lirik-pendek), arsip Suomen Kansan Vanhat Runot (34 volume, 1908-48). Karena Finlandia adalah salah satu yang terakhir dikristenkan di Eropa (resmi abad XIII, secara folklorik baru benar-benar abad XVI-XVII di Karelia), tradisi-tradisi pra-Kristen di sini bertahan sangat lama dan terdokumentasi dalam bentuk yang relatif murni.

Sumber Finlandia: Elias Lönnrot, Kalevala (1849) — terutama Runo 6, 13, 26 untuk Hiisi-cycle; Juha Pentikäinen, Kalevala Mythology (Indiana 1989); Matti Kuusi et al., Finnish Folk Poetry: Epic (Folklore Fellows 1977); Anna-Leena Siikala, Mythic Images and Shamanism (FFC 280, 2002). Toponim Hiisi: studi historis-onomastik oleh Saulo Kepsu (Onomastica 1990-an).

Baltik — Lithuania & Latvia

Bahasa Lithuania dan Latvia adalah cabang Indo-Eropa paling konservatif yang masih hidup — sehingga konservatif sampai linguis Indo-Eropa abad XIX menganggap Lithuania sebagai "bahasa Indo-Eropa-Eropa yang paling dekat dengan Sanskerta". Dengan adopsi Kristen yang sangat-akhir (Lithuania resmi 1387 — terlambat 1000 tahun dari Romawi, 400 tahun dari Slavia), tradisi pra-Kristen Baltik mempertahankan banyak konfigurasi-religi Proto-Indo-Eropa yang di tempat lain sudah lama hilang. Dewa-utama Baltik Perkūnas (dewa-petir) adalah kerabat-langsung dari Veda Parjanya dan Norse Þórr — semua dari akar Proto-IE *perkʷ- "petir, ek". Demonologi-nya sama tuanya.

Sumber Baltik: Norbertas Vėlius, Mitologinės sakmės (Vilnius 1989); Algirdas J. Greimas, Of Gods and Men: Studies in Lithuanian Mythology (Indiana 1992); Pēteris Šmits, Latviešu mitoloģija (1926); Carlo Ginzburg, I Benandanti (1966, ed. Inggris The Night Battles 1983) untuk kompleks vilkacis.

Sami — Sápmi

Sami adalah satu-satunya bangsa pribumi Eropa yang diakui secara internasional (pengakuan ILO 169). Mereka mendiami Sápmi — tanah-leluhur yang membentang dari Norwegia utara, melalui Swedia dan Finlandia utara, sampai semenanjung Kola di Rusia. Bahasa-bahasa Sami (sekitar sepuluh, beberapa terancam-punah) termasuk rumpun Finno-Ugrik (kerabat Finnish), tetapi tradisi religi Sami sangat berbeda dari Finlandia daratan: shamanik-sirkumpolar, dengan kerabat di Siberia (Yakut, Evenk, Chukchi). Demonologi Sami minim teks-tertulis pra-modern karena kekristenan datang dengan-kekerasan pada abad XVII-XVIII (Lars Læstadius, misionaris Kristen-Lutheran abad XIX, masih bertarung melawan praktik noaidi shaman tradisional). Yang tersisa: ritus-shamanistik yang masih dipraktekkan dalam beberapa keluarga, dan kompilasi etnografis (terutama Læstadius sendiri, paradoksnya, dan Johan Turi Muitalus sámiid birra 1910).

Sumber Sami: Lars Levi Læstadius, Fragmenter i Lappska Mythologien (catatan ms abad XIX, terbit anumerta 1959); Johan Turi, Muitalus sámiid birra (1910, terj. "Akun tentang Sami"); Juha Pentikäinen, Saamelaiset: Pohjoisen kansan mytologia (Helsinki 1995); Håkan Rydving, The End of Drum-Time: Religious Change among the Lule Saami (Uppsala 1993). Catatan etis: literatur tentang Sami selama era Læstadius mengandung bias kolonial-misionaris yang signifikan; pembacaan modern harus memperhitungkan ini.

Mengapa Bukan Slavia

Buku-buku populer sering memasukkan Finnish, Baltik, dan Sami ke dalam "mitologi Eropa Timur" bersama Slavia. Ini tidak akurat secara linguistik, religi, atau historis. Berikut tiga perbandingan kunci yang menunjukkan perbedaan-mendasar:

Aspek Slavia (Liber VIII) Finnish / Sami (Liber XVIII) Baltik (Liber XVIII)
Rumpun bahasa Indo-Eropa, cabang Slavia Finno-Ugrik (bukan Indo-Eropa) Indo-Eropa, cabang Baltik (konservatif)
Adopsi Kristen 988 M (Pembaptisan Rus') ~XII–XIII (Suomi), XVII–XVIII (Sami) 1387 M (Lithuania — paling akhir di Eropa)
Dewa-petir Perun (Slavia) Ukko (Finnish) Perkūnas — kerabat-langsung Veda Parjanya
Dewa-ternak-chthonic Veles (tidak ada padanan langsung) Velnias — kerabat-langsung Veles
Roh-air Vodyanoy, Rusalka Näkki (Finnish) (serupa: laumas)
Werewolf (jarang sebagai positif) (tidak khas Finnish) Vilkacis — sering ambivalent/positif
Konsep "iblis" Chort (pinjaman Iran) Piru, Lempo (inversi-Kristen) Velnias (deva-chthonic-di-Setan-kan)

Kekeliruan kategorial yang umum: banyak ensiklopedia populer (juga beberapa kursus akademis abad XX awal) mengikuti rangka geografis-Soviet yang menyatukan "wilayah Soviet bekas" sebagai satu unit budaya. Skema ini tidak ada gunanya secara linguistik. Lithuania dan Latvia jauh lebih dekat ke Sanskerta secara struktur-gramatika daripada ke bahasa-bahasa Slavia mana pun. Finnish dan Sami sama-sekali bukan Indo-Eropa — bahkan tidak berkerabat dengan bahasa-bahasa Eropa lain selain Estonia & Hungaria. Lembar ini mengoreksi kekeliruan itu.