I · Loki Laufeyjarson
Loki
Trickster · Bapa Monster · Saudara-Darah Odin
"þá nam Loki, Laufeyjar sonr, vélar at gera þeim ǫllum til háðungar." — "Maka Loki, putra Laufey, mulai merancang muslihat untuk mempermalukan mereka semua" (Snorri, Gylfaginning 50).
- Asal
- Putra Fárbauti (jötunn) dan Laufey (jötunn juga atau mungkin Æsir — tidak jelas). Bukan dewa Æsir, tetapi diterima ke Asgard sebagai saudara-darah Odin.
- Wujud
- Pria muda, ramping, sangat tampan. Pengubah-bentuk sempurna: menjadi salmon, kuda betina, lalat, perempuan tua, elang. Dalam salah satu mitos paling aneh, ia melahirkan Sleipnir (kuda 8-kaki Odin) sebagai kuda betina.
- Keluarga
- Istri: Sigyn (Æsir setia). Istri-jötunn: Angrboða ("yang membawa kesedihan"), darinya lahir tiga anak: Fenrir serigala, Jörmungandr ular Midgard, dan Hel ratu kematian.
- Hukuman
- Setelah membunuh Baldr (anak Odin), Loki ditangkap dan diikat ke tiga batu dengan usus anaknya sendiri. Seekor ular dipasang di atasnya, menteteskan racun ke wajahnya. Sigyn berdiri di sebelahnya dengan mangkuk untuk menampung racun — ketika ia mengosongkan mangkuk, racun jatuh dan Loki mengejang: itulah gempa bumi.
Loki adalah salah satu sosok mitologis paling kompleks yang pernah ada — bukan iblis dalam arti Kristen, bukan Trickster murni seperti Hermes, tetapi sesuatu yang tidak diterjemahkan ke bahasa lain. Ia membantu Æsir membuat tembok Asgard (dengan menyamar menjadi kuda untuk merayu kuda jantan tukang batu); ia membantu Þórr mendapatkan kembali palu Mjöllnir; ia menyelamatkan Idunn dan apel-apel pemberi-keabadian. Tapi ia juga: membunuh Baldr. Berselisih dengan setiap dewa secara bergiliran dalam Lokasenna. Akan datang pada hari Ragnarök memimpin pasukan orang mati melawan Æsir. Pertanyaan apakah Loki jahat tergantung pada di mana titik di garis-waktu kita berdiri: pada satu titik ia adalah komik, pada titik lain ia adalah katalis akhir dunia. Snorri Sturluson — yang menulis Eddanya pada abad XIII di Islandia yang sudah Kristen — secara halus menggambarnya seperti Setan, dan banyak pembaca modern mengambil bayangan itu. Tetapi dalam sajak Edda Lebih Tua yang lebih kuno, Loki lebih ambivalen — agen entropi yang juga, sesekali, agen kreativitas. Eckersberg, dalam lukisan sebelah, memilih moment paling tragis: bukan kejahatannya, tetapi cinta istrinya yang tetap di sisinya dengan mangkuk.