Reditum

Pars Quadragesima · Liber XL · Pretakhaṇḍa

Pretakhaṇḍa

Garuḍa · Yama · Citragupta · 28 Naraka · Vetala

Pelengkap untuk Liber X dan Liber XXXVII. Garuda Purāṇa (~abad X M, salah-satu dari 18 mahā-purāṇa) berisi Pretakhaṇḍa — bagian-khusus tentang akhirat-Hindu. Berbeda dari Buddhist-Naraka (16 lokasi), Hindu memiliki 28 Naraka dan klasifikasi-preta yang sangat-rinci. Yang dibahas: pengadilan-Yama, Chitragupta-scribe, 6 kategori-preta, Vetala-yakshini-piśaca. Tradisi ini tetap aktif: Garuda Purāṇa dibacakan-rutin di-rumah-Hindu selama 13 hari pasca-kematian untuk memandu-roh-pergi.

XXVIIINaraka Hindu
VEntitas dibahas
XIIIHari pembacaan śrāddha
Descende
Yama — Tuan Kematian Tibet memegang Bhavacakra (Roda-Kehidupan); thangka dari koleksi Wellcome V0017709, menggambarkan enam-alam-eksistensi yang berputar di cengkeraman Yama
Yama — thangka memegang Bhavacakra, Wellcome V0017709

§ Hindu · Veda klasik hingga sekarang

Yama

यम — Raja-Mati, Manusia-Pertama yang Mati

"Yamasya panthāḥ"— Ṛgveda 10.14: "Jalan-Yama" — kosa kata Veda paling-tua untuk perjalanan-akhirat.
Asal-usul-Veda
Dalam Ṛgveda 10.14 dan 10.135, Yama adalah-manusia-pertama yang-mati. Anak Vivasvat (matahari) dan-Saraṇyū. Saudari-kembar: Yamī. Yama pertama-yang-menemukan-jalan ke-akhirat dan-menjadi-raja-di-sana. Sebelum Yama, manusia tidak-tahu mati-bagaimana.
Wujud
Kulit-hijau-gelap atau-merah, dua-lengan (kadang-empat). Menunggang Mahisha (kerbau-hitam). Memegang daṇḍa (tongkat-pengingat) dan-jerat pāśa untuk menarik-jiwa-keluar dari-tubuh. Berpakaian-merah. Bertahta di Yama-loka (selatan kosmos-Hindu).
Fungsi
Yama-rāja adalah hakim-administrator-akhirat. Jiwa-pasca-mati dipanggil-Yamadūta (utusan-Yama) lewat-jerat. Dibawa-ke pengadilan-Yama (Yama-sabhā). Chitragupta membacakan-catatan. Yama menentukan: surga (Svarga), Pitṛloka (loka-leluhur), naraka-tertentu, atau-rebirth-langsung. Berbeda dari Buddhist Yama yang-administratif: Hindu-Yama lebih-otoritatif sebagai-hakim. Dharmaraja "raja-dharma" juga julukannya.
Relasi-Iran
Yama berkerabat-langsung dengan Yima Iran (raja-Zaman-Emas dalam Avesta). Kedua dari Proto-Indo-Iranik *Yamaḥ "kembar". Pemisahan-fungsi: di-India Yama menjadi-raja-mati, di-Iran Yima menjadi-raja-pertama-dalam zaman-keemasan. Asalnya sama. Lihat Liber XVI.

Yama adalah-figur-Indo-Eropa paling-tua yang-masih-aktif-dipuja. Sebelum-tradisi-mandi-tertulis (~1500 SM), kompleks-mitos-Yama sudah-ada dalam-tradisi-lisan Proto-Indo-Iran. Yama → diadopsi-Buddhist dalam-bentuk-administratif (lihat Liber XXXVII), → menjadi Yānluó Wáng (閻羅王) di-Tiongkok, → menjadi Enma-Ō di-Jepang. Cabang-Tibet menjadi-pelindung-Dharma Yamāntaka ("Penghancur-Yama" — Mañjuśrī yang-mengalahkan-Yama untuk-membebaskan-makhluk dari-mati). Jejak-religi-paling-tua yang masih-bisa dilacak dalam-budaya-Eurasia kontemporer.

Empat Lainnya

Sumber: *Garuda Purana* (terj. J.L. Shastri, Motilal Banarsidass 1978-79, 3 vol); *Yajurveda* untuk konteks-Veda Yama; Wendy Doniger *On Hinduism* (Oxford 2014); Gregory Bailey *Encyclopedia of Hinduism* (Routledge 2007) entry "Death and Afterlife".