· แม่นากพระโขนง
Mae Nak Phra Khanong
"Ibu Nak dari Phra Khanong" — Hantu Cinta Terkuat dalam Tradisi Thailand
"แม่นาก รักพี่มาก จนตาย" — "Mae Nak, mencintaimu sampai mati" — frase paling terkenal di legenda Thailand.
- Era
- Diperkirakan masa Rama IV (1851–1868) — beberapa sarjana berargumen bahwa Nak adalah tokoh sejarah nyata yang dimitologisasi setelah kematiannya.
- Kisah
- Nak adalah istri muda yang hamil. Suaminya Mak dipanggil ke perang. Selama Mak pergi, Nak meninggal saat melahirkan. Mak pulang dan menemukan istrinya hidup-mengurus-anak — tidak mengetahui bahwa ia hantu. Hidup mereka bahagia, sampai tetangga menyadari kebenaran. Saat Mak melarikan diri, Mae Nak mengejar — sebagai onryō yang putus asa karena cintanya menolak ia kembali ke kematian.
- Kuil
- Wat Mahabut (sebelah) di Phra Khanong, Bangkok — bangunan kuil yang dikatakan menyimpan tulang-tulang Mae Nak yang asli. Sampai hari ini, ribuan orang Thai mengunjungi setiap minggu untuk meminta (1) keuntungan lotere, (2) kelahiran yang aman, atau (3) kembalinya kekasih yang pergi. Persembahan: pakaian perempuan, gigi-gigi mainan, lampu lampion.
- Adaptasi
- Cerita Mae Nak telah diadaptasi ke lebih dari 30 film Thailand dan beberapa serial TV. Versi paling terkenal: Nang Nak (1999, sutradara Nonzee Nimibutr). Salah satu dari sedikit film horor Asia yang berhasil di pasar internasional.
Mae Nak adalah salah satu hantu paling unik di Asia karena kompleksitas moralnya. Dia tidak iblis. Dia tidak monster. Dia adalah perempuan yang mencintai terlalu banyak — bahkan setelah kematian. Dalam tradisi Buddhis Thai, han (dendam) Mae Nak adalah han-yang-baik — bukan kemarahan terhadap pengkhianatan, melainkan keinginan-tidak-melepaskan-cinta. Karena itulah Wat Mahabut menjadi tempat ibu-ibu hamil meminta perlindungan: mereka tidak takut padanya, mereka memohon-padanya. "Bantu aku, Mae Nak — kamu yang paling tahu sakitnya kehilangan." Citra di sebelah menunjukkan kuil yang sederhana — bukan istana suram, melainkan struktur kayu dengan altar penuh patung pernak-pernik, beratus-beratus persembahan yang bertumpuk. Setiap pengunjung membawa cerita pribadi. Pesan kosmologis: kemarahan-kematian bisa diubah menjadi rahmat-kematian, jika cinta yang menyebabkannya dihormati daripada diusir.