§ Pars II — Mesoamerica
Mictlantecuhtli
Tuan Mictlán — Raja Dunia-Bawah Aztek, Sembilan-Lapis-Kebawahan
"Mictlāntēcutli — in chīcuanāuhtetl mictlān" — "Mictlantecuhtli — di sembilan lapis Mictlan" (Nāhuatl).
- Etimologi
- Nāhuatl: Mictlāntēcutli = "Tuan Tempat-Mati". Akar miqui ("mati") + -tlān (lokatif) + tēcutli ("tuan"). Pasangannya: Mictēcacihuātl, "Ratu Tempat-Mati".
- Wujud
- Kerangka berdiri atau setengah-kerangka dengan kulit yang tampak. Mata melotot dengan mata-bintang. Lidah panjang menjulur. Mengenakan kalung mata-manusia dan tulang-tengkorak. Dalam beberapa codex, rambutnya dibuat dari kupu-kupu (yang dalam Aztek = roh mati).
- Domain
- Memerintah Mictlán — dunia bawah yang terdiri dari sembilan lapis (Chicunauhmictlan). Jiwa harus melalui sembilan ujian selama 4 tahun — termasuk menyeberangi sungai dengan anjing-pemandu Xolotl, melalui gunung-yang-berbenturan, padang panah-obsidian. Tidak ada "neraka" dalam arti Abrahamic — Mictlán adalah tujuan-natural bagi semua yang mati selain mati-dalam-pertempuran atau mati-melahirkan.
- Pengorbanan
- Sebagai pasangan kosmik Quetzalcoatl (Tuan Cahaya), Mictlantecuhtli menerima pengorbanan tulang-tulang manusia dari Quetzalcoatl yang turun ke Mictlán untuk membawa material penciptaan-ulang manusia setelah banjir kosmik. Dalam mitologi Aztek, manusia terbuat dari tulang yang dicuri dari Mictlán.
Mictlantecuhtli adalah salah satu sosok demonologi yang paling filosofis — bukan iblis-yang-jahat, melainkan setengah-kosmik dari kehidupan-kematian. Aztek tidak memiliki konsep "iblis" yang setara dengan tradisi Abrahamic; mereka melihat kematian sebagai kontinuasi-yang-disakralkan, bukan hukuman. Mictlantecuhtli mengelola dunia-bawah dengan logika administrasi yang ketat — bukan menyiksa, melainkan mendokumentasikan dan menyimpan jiwa-jiwa. Mictlan bukan tempat penyiksaan — ia adalah arsip kosmik, tempat semua yang pernah hidup pada akhirnya sampai. Citra di sebelah adalah patung tanah-liat seukuran-hidup dari era pasca-klasik Aztek (sekarang di Museum Templo Mayor, Meksiko) — figur kerangka dengan ekspresi yang menyeramkan tetapi tidak murka. Dia hanya menatap. Sebagai pengarsip-akhir, ia tidak perlu kemarahan; semua manusia akan datang kepadanya pada waktunya. Dalam pikiran Aztek, ini bukan ancaman melainkan kepastian-yang-menenangkan: setiap yang lahir akan mencapai Mictlán. Tidak ada yang tersesat.