Reditum

Pars Quinta Decima · Liber XV · Indigena Finalis

Oceania

Te Moana · Aotearoa · Hawai'i · Australia

Lembar penutup Codex Daemonum. Oseania menyatukan tiga tradisi sangat berbeda — Māori (Aotearoa/Selandia Baru, kolonisasi ~1280 M), Polinesia-Hawaii (kolonisasi Pasifik 1500 SM–1300 M), dan Aborigin Australia (yang tradisi tertua yang masih hidup di dunia, 60.000+ tahun). Setiap tradisi mengembangkan demonologi yang unik untuk lingkungan kepulauannya: laut yang tak terbatas, hutan dataran tinggi, gua-gua suci yang menyimpan roh leluhur.

IIITradisi besar
VIIIEntitas tercatat
LXRibu tahun (Aborigin)
Descende
Bunyip illustration 1890
Bunyip — ilustrasi 1890

§ Aborigin Australia · 60.000+ tahun

Bunyip

"Roh Setan" — Monster Air dari Tradisi Aborigin Paling Tertua

"banib" — Wemba-Wemba: "roh, setan" (~milenium tertua dalam bahasa-bahasa Aborigin Australia).
Etimologi
Wemba-Wemba (Australia tenggara): banib = "setan/roh". Diadopsi ke bahasa Inggris Australia awal abad XIX sebagai bunyip. Kata yang melintasi banyak bahasa Aborigin dengan variasi serupa — menunjukkan ini adalah konsep pan-Aboriginal.
Wujud
Sangat variatif tergantung wilayah: anjing-besar dengan kepala buaya, kuda-laut dengan rambut panjang, atau makhluk-singa dengan sirip. Mata merah-menyala. Tinggi: 4-6 meter. Beberapa cerita: memiliki cakra-bulu di leher.
Domain
Tinggal di billabong (kolam air), rawa, dan sungai-lambat di seluruh Australia. Aktif pada malam hari. Suara: gemuruh yang sangat keras, "booming", dapat terdengar bermil-mil jauhnya. Para penjelajah Eropa abad XIX merekam "suara bunyip" tetapi tidak pernah melihat wujudnya — beberapa kasus mungkin Australasian bittern (burung-langka dengan suara booming).
Setting Modern
Bunyip masih relevan di Australia: nama kota (Bunyip, Victoria), nama sungai (Bunyip River), dan dalam The Big Bunyip of Mulwala festival. Aboriginal artists modern terus merepresentasikannya dalam dot painting dan seni kontemporer.

Bunyip adalah entitas demonologi yang paling tua yang mungkin masih bisa ditelusuri sebagai konsep aktif di mana pun di dunia. Tradisi Aborigin Australia telah berlanjut tanpa terputus selama 60.000 tahun — populasi manusia tertua di mana saja di luar Afrika yang berasal dari satu wilayah. Selama 600 generasi, mereka mendiami benua ini, dan selama itu pula bunyip ada dalam imajinasi mereka. Citra di sebelah — ilustrasi 1890 dari koran Australia — adalah salah satu visualisasi tertua yang dibuat orang Eropa berdasarkan deskripsi yang mereka dapatkan dari informan Aborigin. Yang menarik: deskripsi-deskripsi Aborigin asli sangat berbeda dari satu komunitas ke yang lain. Suku Wemba-Wemba menggambarkan bunyip sebagai anjing-besar; suku di sekitar Sungai Murray menggambarkannya seperti kuda-laut; suku Kuringgai di Sydney memilki versi yang dekat dengan ular-besar. Ini bukan kontradiksi — ini adalah dasar dari psikologi religius lokal. Setiap billabong, sungai, atau rawa di Australia punya bunyip-nya sendiri. Pelajaran: generalitas adalah keturunan kolonial. Aboriginal cosmology resists universalization — setiap tempat punya kosmologi-nya sendiri.

Māori — Aotearoa

Tradisi Māori (Aotearoa / Selandia Baru) — koloni Polinesia paling akhir, sekitar 1280 M. Karena kontak dengan Eropa terjadi cukup lambat (Cook 1769), dokumentasi tertulis dimulai dari abad XIX dengan kerjasama antara pendeta Anglikan dan ahli waris-pengetahuan Māori (tohunga). Hasilnya: salah satu corpus mitologi Polinesia yang paling lengkap, masih hidup dan dipraktekkan.

Polinesia & Hawaii

Tradisi Polinesia berbagi akar dengan Māori (kelompok Polinesia paling timur) tetapi berkembang independen di kepulauan terpisah selama ~2.000 tahun. Hawaii khususnya mempertahankan kepercayaan-kepercayaan ini hingga sekarang melalui Kanaka Maoli (suku asli Hawaii) — walaupun secara resmi mayoritas penduduk Hawaii sekarang adalah Kristen Protestan dan Katolik.

Aborigin Australia (lanjutan)

Sumber: Te Reo Maori (tradisi lisan Māori, didokumentasikan oleh Elsdon Best, The Maori as He Was, 1924); Hawaiian Antiquities oleh David Malo (~1840), Ka Po'e Kahiko oleh S. M. Kamakau (1865-71); etnografi Aborigin oleh Spencer & Gillen, The Native Tribes of Central Australia (1899). Modern: Robert Hughes, The Fatal Shore (1986); Margaret Orbell, The Concise Encyclopedia of Maori Myth and Legend (1998); Martha Beckwith, Hawaiian Mythology (1940).