Reditum

Pars Vicesima Prima · Liber XXI · Diaspora Romaní

Romaní

O Drom · Roma · Sinti · Kalderash · Lovara · Gitano

Tradisi yang dibawa dalam pelana, bukan dalam kuil. Sekitar abad IX-XI M, kelompok-kelompok berbahasa Indo-Arya bermigrasi dari Rajasthan barat-laut melewati Persia, Armenia, Bizantium, dan masuk ke Balkan abad XIV. Mereka membawa bahasa yang masih sangat-dekat dengan Sanskerta-Prakrit — Romani modern memiliki ~70% kosakata-dasar dari Sanskerta — dan demonologi yang berakar India tapi berkembang dalam diaspora. Penting: Roma bukan satu tradisi-tunggal; lebih dari sepuluh kelompok-utama (Vlax, Sinti, Romanichal, Kalderash, dll) dengan dialek dan folklor yang berbeda. Empat entitas berikut adalah yang muncul di sebagian besar tradisi-Roma — termasuk dengan akarnya yang dapat ditelusuri ke Liber X (Hindu-Buddha).

~MCXXXMigrasi dimulai (~1130 M)
IVEntitas utama
XIIJuta penutur Romani modern
Descende
NO UMBRA
Mulo — yang kembali, tanpa-bayangan

§ Romani · sejak migrasi pra-Eropa

Mulo

Múlo — "Yang Telah Mati", Mayat yang Kembali

"Mulo nai si ten umbra." — Pepatah Romani Vlax: "Mulo tidak punya bayangan." Cara mengenali yang-kembali di antara orang-hidup.
Etimologi
Romani múlo (jamak múle) = "yang-mati". Kerabat langsung Sanskerta mṛta "mati", Pali mata, Hindi murda. Kata-dasar yang mendahului migrasi: konsep ini lebih tua dari masuknya Roma ke Eropa.
Wujud
Tampak seperti orang-hidup biasa, tetapi tidak punya bayangan, atau kekurangan satu anggota badan (jari, hidung, telinga). Sering muncul di rumah keluarga, kembali dari kubur dalam tiga malam pertama setelah pemakaman. Yang paling berbahaya: pasangan-yang-meninggal kembali ke pasangan-hidupnya — mereka memuncak gairah-seksual dengan pasangan-hidup yang terinfeksi, lalu mengisap vitalitasnya hingga mati.
Penyebab
Manusia menjadi Mulo jika: (a) ritus pemakaman Romani tidak dilakukan dengan benar; (b) yang meninggal punya dendam-yang-belum-tersaleskan; (c) yang meninggal adalah raklo/rakli (anak-luar-nikah) — kategori folklorik, bukan biologi; (d) hewan-hitam melompat melintasi mayat sebelum pemakaman. Persiapan-pemakaman Romani oleh karena itu sangat-detail: mayat tidak boleh ditinggal-sendirian, pisau diletakkan di dada untuk mencegah kembali, dan barang-pribadi sering dirusak/dibakar.
Penyembuhan
Mulo dapat dikembalikan ke kubur dengan: menemukan kubur, menusuk-jantung dengan pasak-hawthorn (kerabat dengan motif Strigoi/Upyr Slavia — kemungkinan pinjaman timbal-balik selama berabad-abad kontak Roma-Slavia di Balkan), atau mengubur-ulang dengan ritus yang lebih ketat. Tidak dibakar (tabu).

Mulo adalah salah satu kontribusi-utama Romani ke folklor-vampir Eropa Timur. Selama berabad-abad kontak antara komunitas Roma migran dan tetangga Slavia/Vlax/Hungaria, terjadi pertukaran-folklorik dua-arah: Roma membawa konsep múlo dari India (akar Indo-Arya, paralel dengan preta Sanskerta yang dibahas di Liber X), dan menerima motif-motif lokal (pasak-hawthorn, kubur-belakang-gereja). Hasil akhir: vampire-Balkan modern adalah hibrida — pakaian-Slavia, alat-Slavia, tetapi logika-Roma: "yang-mati yang kembali karena urusan-belum-selesai". Karena Roma sering ditolak akses ke pemakaman-Kristen-resmi, mereka mengembangkan tradisi-pemakaman alternatif yang sangat-detail dan ritualis — yang berfungsi sebagai kontrol-kualitas terhadap mulo. Komunitas Roma yang ketat dalam ritus pemakaman jarang melaporkan mulo; yang longgar sering. Inilah folklor sebagai teknologi-sosial: ia berfungsi sebagai pendorong kepatuhan ritual.

Penghuni Tanah, Penyihir, & Iblis

Tiga entitas lain yang melengkapi kosmologi-Romani: Čohanǐ (penyihir-perempuan tua, kerabat Baba Yaga tetapi dengan akar India), Pchuvushi (roh-tanah/lubang yang mengganggu pengembara), dan Beng (kata-iblis-Romani umum, dengan etimologi-Sanskerta yang menarik).

Sumber: Bernard Gilliat-Smith, artikel-artikel di Journal of the Gypsy Lore Society (1907-1940an); Elwood B. Trigg, Gypsy Demons and Divinities (Citadel Press 1973); Yaron Matras, Romani: A Linguistic Introduction (Cambridge 2002) untuk konteks etimologi; Ronald Lee, Romani Dictionary (Toronto 2010). Catatan etis: literatur tentang Roma sebelum abad XX sering kali bias-rasial; sumber-modern (Matras, Lee) harus diutamakan.