Reditum

Pars Vicesima Tertia · Liber XXIII · Aethiopia

Aethiopia

Itiyop'iya · Habesha · Ge'ez · Amharic · Tigrinya

Salah satu tradisi-Kristen tertua di dunia — Kekaisaran Aksum mengangkat Kristen ~340 M di bawah Raja Ezana, hampir bersamaan dengan Konstantin Romawi tetapi 40 tahun setelah Armenia. Yang membuat Etiopia unik: ia adalah satu-satunya negara Afrika yang tidak pernah dijajah-permanen oleh kekuasaan-Eropa (kecuali pendudukan-singkat Italia 1936-41), sehingga tradisi-religi pra-modern bertahan dengan kontinuitas yang luar biasa. Bahasanya: Ge'ez (liturgi-Kristen kuno, kerabat Aramaik), Amharic (modern, kerabat Arab-Yaman), Tigrinya. Kitab-suci-Tewahedo lebih besar dari Alkitab Barat manapun (81 buku, termasuk Henokh dan Yobel yang hilang dari kanon-Barat). Demonologi Etiopia: campuran Kristen-Solomonik kuno, folklor pra-Kristen pegunungan, dan kompleks Zar kuno yang dibagi dengan Sudan.

CCCXLAdopsi Kristen (~340 M)
IIIEntitas utama
LXXXIBuku kanon Tewahedo
Descende
Sheikh Anbaso — "Les rois des Zār. Récits sur le règne de Fāsil", gambar dari manuskrip-iluminasi Etiopia abad XVII (sumber Gallica, 1932)
Sheikh Anbaso — raja-Zar dalam manuskrip-iluminasi Etiopia, sumber Gallica

§ Etiopia · Sudan · pra-modern hingga sekarang

Zar

Spiritus Possessionis — Roh yang Mengendarai, Bukan yang Menyiksa

"ዛር ይዝሃል" — Amharic, zar yizhal: "Zar memegangnya/mengendarainya". Cara menyebut keadaan seseorang yang dirasuk Zar — bukan "dirasuki" dalam arti pemilikan-paksa, melainkan "dikendarai" seperti kuda.
Etimologi
Amharic zar; juga di Arab Sudan zār, Persia zār. Etimologi yang tepat tidak pasti — kemungkinan dari nama-dewa Kushitik kuno (Boddy 1989 mengusulkan Cushitic substrate), atau dari Persia zār "menyesakkan, mengganggu". Konsep menyebar dari Etiopia/Sudan ke Mesir, Saudi Arabia barat, Iran, dan akhirnya komunitas-diaspora di Israel modern.
Karakter unik
Berbeda dari "iblis-yang-dirasuki" Kristen-Barat: Zar adalah kategori roh yang memiliki hubungan-jangka-panjang dengan korbannya. Tidak diusir; diakomodasi. Ritus tumbura (Etiopia) atau zār ceremony (Sudan): drum, tarian-trance, persembahan pribadi (parfum, pakaian, kopi) untuk Zar-tertentu. Setelah ritus berhasil, Zar menjadi kerabat-rohani yang dapat dipanggil untuk konsultasi — paralel dengan loa-Vodou yang dapat "riding" praktisi (lihat Liber XXII).
Pertanyaan: iblis atau bukan?
Posisi Tewahedo Ortodoks resmi: Zar adalah setan-yang-perlu-diusir. Posisi rakyat-Etiopia: Zar adalah kategori-spiritual-tersendiri, sah dan layak-hormat. Kompleks Zar berlangsung di celah teologis: gereja-resmi menolak, tetapi 80% rumah-rumah Ethiopian Orthodox-Amhara masih melakukan ritus-Zar secara informal (Boddy 1989 untuk Sudan; data serupa untuk Etiopia). Inilah dvoeverie Afrika-Timur — kerabat-konseptual dengan dvoeverie Slavia. Catatan akademis: Zar kemungkinan adalah folklor pra-Kristen Kushitik yang bertahan; karena Ethiopia tidak dijajah-Eropa, ia tidak melalui pemberangus pengadilan-sihir yang menghapus tradisi-serupa di Eropa.
Subkategori Zar
Zar-jenis-Habesh (lokal Etiopia, ratusan nama-individual), Zar-jenis-Arab (dari pinjaman, biasanya laki-laki Muslim), Zar-jenis-Eropa (modern, untuk gangguan-baru). Setiap Zar punya warna-favorit, makanan-favorit, dan ritme-drum-tertentu. Mereka tidak universal-malevolen — mereka sosial.

Zar adalah salah satu studi-kasus terpenting dalam antropologi-religi modern (terutama karya Janice Boddy, Wombs and Alien Spirits, 1989, etnografi-klasik Sudan Utara). Kompleks ini memberi tantangan-teoretis pada kategori "demonologi": jika praktisi sendiri tidak menganggap Zar sebagai iblis-yang-perlu-diusir, melainkan kerabat-rohani yang perlu-dihormati, apakah ia tepat dimasukkan dalam Codex Daemonum? Jawaban kami: dimasukkan dengan koreksi-eksplisit, seperti Eshu (Liber XXII). Lembar-Codex sebagai cermin-historis dari kategorisasi-Barat, bukan endorsemen kategorisasinya. Kategori "demon" dalam Codex ini, sebenarnya, paling produktif dipakai bukan sebagai ontologi melainkan sebagai indeks tentang apa-yang-orang-Barat-pernah-anggap-iblis. Zar masuk-indeks itu — karena gereja-Tewahedo resmi menetapkan demikian dan etnografi-Barat mengikut — tetapi penilaian-akhir-nya tetap pada pembaca yang memahami konteks-aslinya.

Buda & Iblis-Iblis Kebra Nagast

Dua lapis lain dari demonologi Etiopia: Buda — penyihir-mata-jahat dalam folklor petani Amhara/Tigrayan, sering diasosiasikan dengan kasta-pengrajin tertentu; dan kompleks demon Solomonik dari Kebra Nagast ("Kemuliaan Raja-Raja", kompilasi abad XIV M dari tradisi-lisan yang lebih tua) — kitab-nasional Etiopia yang menelusuri silsilah-kerajaan Etiopia ke Solomon dan Ratu Sheba.

Sumber utama: Janice Boddy, Wombs and Alien Spirits: Women, Men, and the Zar Cult in Northern Sudan (Wisconsin 1989); Edward Ullendorff, Ethiopia and the Bible (Oxford 1968); Jacques Mercier, Ethiopian Magic Scrolls (Braziller 1979); Hagar Salamon, The Hyena People: Ethiopian Jews in Christian Ethiopia (Berkeley 1999). Untuk Kebra Nagast: terjemahan Budge (1922) klasik tetapi outdated; Carl Bezold edisi-kritis (1905) tetap standar.