§ Etiopia · Sudan · pra-modern hingga sekarang
Zar
Spiritus Possessionis — Roh yang Mengendarai, Bukan yang Menyiksa
"ዛር ይዝሃል" — Amharic, zar yizhal: "Zar memegangnya/mengendarainya". Cara menyebut keadaan seseorang yang dirasuk Zar — bukan "dirasuki" dalam arti pemilikan-paksa, melainkan "dikendarai" seperti kuda.
- Etimologi
- Amharic zar; juga di Arab Sudan zār, Persia zār. Etimologi yang tepat tidak pasti — kemungkinan dari nama-dewa Kushitik kuno (Boddy 1989 mengusulkan Cushitic substrate), atau dari Persia zār "menyesakkan, mengganggu". Konsep menyebar dari Etiopia/Sudan ke Mesir, Saudi Arabia barat, Iran, dan akhirnya komunitas-diaspora di Israel modern.
- Karakter unik
- Berbeda dari "iblis-yang-dirasuki" Kristen-Barat: Zar adalah kategori roh yang memiliki hubungan-jangka-panjang dengan korbannya. Tidak diusir; diakomodasi. Ritus tumbura (Etiopia) atau zār ceremony (Sudan): drum, tarian-trance, persembahan pribadi (parfum, pakaian, kopi) untuk Zar-tertentu. Setelah ritus berhasil, Zar menjadi kerabat-rohani yang dapat dipanggil untuk konsultasi — paralel dengan loa-Vodou yang dapat "riding" praktisi (lihat Liber XXII).
- Pertanyaan: iblis atau bukan?
- Posisi Tewahedo Ortodoks resmi: Zar adalah setan-yang-perlu-diusir. Posisi rakyat-Etiopia: Zar adalah kategori-spiritual-tersendiri, sah dan layak-hormat. Kompleks Zar berlangsung di celah teologis: gereja-resmi menolak, tetapi 80% rumah-rumah Ethiopian Orthodox-Amhara masih melakukan ritus-Zar secara informal (Boddy 1989 untuk Sudan; data serupa untuk Etiopia). Inilah dvoeverie Afrika-Timur — kerabat-konseptual dengan dvoeverie Slavia. Catatan akademis: Zar kemungkinan adalah folklor pra-Kristen Kushitik yang bertahan; karena Ethiopia tidak dijajah-Eropa, ia tidak melalui pemberangus pengadilan-sihir yang menghapus tradisi-serupa di Eropa.
- Subkategori Zar
- Zar-jenis-Habesh (lokal Etiopia, ratusan nama-individual), Zar-jenis-Arab (dari pinjaman, biasanya laki-laki Muslim), Zar-jenis-Eropa (modern, untuk gangguan-baru). Setiap Zar punya warna-favorit, makanan-favorit, dan ritme-drum-tertentu. Mereka tidak universal-malevolen — mereka sosial.
Zar adalah salah satu studi-kasus terpenting dalam antropologi-religi modern (terutama karya Janice Boddy, Wombs and Alien Spirits, 1989, etnografi-klasik Sudan Utara). Kompleks ini memberi tantangan-teoretis pada kategori "demonologi": jika praktisi sendiri tidak menganggap Zar sebagai iblis-yang-perlu-diusir, melainkan kerabat-rohani yang perlu-dihormati, apakah ia tepat dimasukkan dalam Codex Daemonum? Jawaban kami: dimasukkan dengan koreksi-eksplisit, seperti Eshu (Liber XXII). Lembar-Codex sebagai cermin-historis dari kategorisasi-Barat, bukan endorsemen kategorisasinya. Kategori "demon" dalam Codex ini, sebenarnya, paling produktif dipakai bukan sebagai ontologi melainkan sebagai indeks tentang apa-yang-orang-Barat-pernah-anggap-iblis. Zar masuk-indeks itu — karena gereja-Tewahedo resmi menetapkan demikian dan etnografi-Barat mengikut — tetapi penilaian-akhir-nya tetap pada pembaca yang memahami konteks-aslinya.